Pages

Google Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Showing posts with label Archeology. Show all posts
Showing posts with label Archeology. Show all posts

Saturday, December 1, 2012

7 Kuil Menakjubkan Jainisme di India

0 comments
Jainisme (Jainism / Jain) adalah agama tua di India yang asal-muasalnya bersisian dengan Hindu. Beberapa kemiripan ajaran Jainisme dan Hindu menimbulkan anggapan kalau agama ini salah satu sekte dari Hindu.

Perbedaan mendasar antara Jainism dan Hindu terlihat pada Astika dan Nastika. Sekolah-sekolah di India dibedakan atas 2 prinsip tersebut. Yang memegang prinsip Astika maka menerima otoritas Weda sebagai kitab suci serta melibatkan kepercayaan Brahmani. Nyaya, Mimamsa, dan Yoga termasuk ajaran-ajaran berdasar Astika, dan berarti golongan Hindu.

Sementara sekolah yang berprinsip Nastika menolak Weda dan kitab-kitab yang dipakai oleh pemeluk Hindu. Jainisme lebih mendasarkan kepercayaan mereka yang anti kekerasan.

Mahatma Gandhi merupakan tokoh besar yang banyak mengadopsi ajaran-ajaran Jainsime seperti: Ahimsa (anti kekerasan), Satya (kejujuran), Asteya (tidak mencuri), Brahmacharya (kontrol pikiran), dan Aparigraha (tidak mengejar harta duniawi). Namun, tak ada bukti kongkrit apakah Gandhi pemeluk Jainisme atau Hindu.

Saat ini tercatat ada sekitar 4,2 juta pemeluk Jainisme di India saja. Walau termasuk agama minoritas, mereka memiliki banyak kuil indah seperti terlihat di bawah ini:

1. Lal Mandir
Shri Digambar Jain Lal Mandir merupakan kuil tertua Jainisme di India. Dibangun tahun 1526, lalu mengalami banyak perkembangan terutama sejak abad 19. Kuil ini dari material batu pasir merah.


2. Sonagiri
Kuil Sonagiri terletak di puncak bukit kota Sonagiri (arti: puncak emas). Para peziarah dan wisatawan yang berkunjung diwajibkan menaiki 300 anak tangga dengan kaki telanjang.


3. Khajuraho Jain
Desa Khajuraho merupakan salah satu tujuan wisata paling populer di India. Di desa ini banyak terdapat kuil untuk pemeluk Hindu dan Jainisme yang sudah berdiri sejak tahun 950 hingga 1.150 M. 


4. Gomateshwara
Di puncak bukit kota Shravanabelagola terdapat patung Gomateshwara, ia adalah anak kedua dari Dewa Adinatha, yang pertama dari 24 orang di bumi yang 'dicerahkan' (Tirthankara). Tingginya 17,38 m, dibuat sekitar tahun 983 M oleh Chavundaraya, menteri dari Kerajaan Gangga. 

Setiap 12 tahun sekali diselenggarakan festival Mahamastakabhisheka di tempat ini. Yakni memandikan patung Gomateshwara dengan susu, kunyit, dan koin emas.


5. Dilwara

Kompleks kuil Dilwara begitu indah karena terbuat dari marmer. Ukirannya begitu detil dan terlihat di langit-langit, pintu, serta pilar kuil. Ada 5 kuil Jain di sini, masing-masing dengan identitas yang unik dan dinamai desa kecil di mana ia berada. Semua candi dibangun oleh dinasti Chalukya antara abad 11 dan 13.


6. Palitana

Kota Palitana adalah pusat ziarah utama bagi pemeluk Jain. Candi-candi dari Palitana dianggap tempat ziarah paling suci dalam Jainisme. Ada ratusan candi Jain terletak di Gunung suci Shatrunjaya, indah terukir dengan marmer. Dibangun oleh generasi pemeluk Jain selama 900 tahun, sejak abad ke-11.


7. Ranakpur

Didedikasikan untuk Adinatha, Kuil Jain di Ranakpur ini tampak megah berada di lereng bukit. Terdapat lebih dari 1.444 pilar marmer di kuil ini, dan semuanya diukir sangat indah.
Pembangunan candi ini melambangkan penaklukan Tirthankara dari empat arah mata angin. Masih banyak perdebatan soal waktu pembangunan Ranakpur, tapi mungkin dibangun antara abad 14 dan pertengahan 15 M.


Read more...

Sunday, November 4, 2012

Benarkah Ikan Menjadi Makhluk Pertama yang Terbang di Bumi ?

0 comments
Persepsi bahwa burung merupakan hewan pertama yang bisa terbang sepertinya harus dirubah karena ada penemuan terbaru yang mengungkap bahwa ikan adalah hewan yang pertama terbang di muka bumi.

Ikan tertua di dunia terbang meluncur di atas lautan dalam upaya untuk menghindari predator pada 240 juta tahun lalu, itulah yang diklaim oleh paleontologis asal China. Fosil di koleksi museum Cina telah memberikan gambaran bahwa ikan terbang ada jauh lebih awal dari yang diperkirakan peneliti sebelumnya.
Tidak ada spesimen ikan terbang modern yang diketahui lebih tua dari sekitar 65 juta tahun lalu, tetapi ada fosil yang telah ditemukan mengungkapkan ada spesimen kuno yang berkemampuan yang sama jauh lebih awal.

Spesies itu dinamakan Potanichthys xingyiensis, spesimen ini diperkirakan hidup selama periode Trias Tengah antara 235 juta dan 242 juta tahun lalu, yaitu sekitar 50 juta tahun sebelum munculnya dinosaurus di era Jurassic.

Spesies ini ternyata 27 juta tahun lebih tua dari pemegang rekor spesies terbang sebelumnya, satu spesies yang ditemukan di Eropa, menurut studi yang diterbitkan beberapa hari yang lalu di jurnal Proceedings of the Royal Society B.
Para ilmuwan percaya bahwa ikan terbang ini menggunakan kemampuan terbangnya untuk melarikan diri dari serangan predator.

Ikan terbang kuno ini melayang di udara melarikan diri dari kejaran predator seperti lumba-lumba, cumi-cumi dan ikan yang lebih besar.

Spesimen baru yang sudah diberi nama ini digambar ulang setelah peneliti menganalisis fosil yang digali di selatan-barat Cina pada tahun 2009, sepert yang dilansir LiveScience.
Ikan terbang Potanichthys xingyiensis memiliki panjang hanya 15 cm dan memiliki empat ‘sayap’, terdiri dari dua sayap besar, sirip dada yang diadaptasi dan sepasang sayap kecil di panggul.

Terdapat ekor besar bercabang pada bagian belakang tubuhnya yang digunakan untuk berenang di dalam air.


Read more...

Tuesday, October 30, 2012

Pembuktian Patung Misteri di Easter Island bisa 'Berjalan'

0 comments
Deretan 1.000 moai, patung batu raksasa berusia 400 tahun di sepanjang garis pantai Easter Island, atau Pulau Paskah, telah lama memukau manusia.

Patung ini menjadi misteri karena tidak diketahui asal usul dan siapa yang membangunnya. Sebagian orang bahkan menyatakan eksistensinya adalah bukti pengaruh alien atau mahluk ekstrateresterial.

Sebuah teori baru kini muncul, bahwa patung-patung besar seberat 74 ton dan tinggi sekira 10 meter bisa "berjalan". Klaim kontroversial terbaru ini menjelaskan bagaimana karya Megalitikum itu berada di posisinya saat ini.

Itu sekaligus membantah teori sebelumnya yang menduga adalah penduduk yang tinggal di Easter Island sekitar 800 tahun lalu, yang disebut Rapa Nui, yang membaringkan patung itu dan menggelindingkannya, dengan bantuan balok kayu.
Akibatnya, terjadi eksploitasi berlebihan Pulau Rhe. Konon, masyarakat Rapa Nui menggunduli hutan di sana demi memenuhi obsesi mereka mendirikan patung megah para leluhur.

Kembali ke teori baru, diduga para pemahat sedemikian rupa merancang patung-patung itu sehingga bisa berjalan. Moai diduga digerakkan dengan cara menggoyang sisi sampingnya, ke kanan dan kiri, menggunakan tali. Mirip dengan cara manusia modern memindahkan kulkas ke sudut dapur.

Seperti dimuat Nature, Carl Lipo, arkeolog dari California State University, Long Beach menyaakan bukti-bukti arkeologis yang ada tidak mendukung hipotesa adanya eksploitasi berlebihan di atas.

Di sisi lain, ada banyak moai rusak di sepanjang jalan, yang diduga jatuh dan sengaja ditinggalkan, yang menguatkan bukti bahwa mereka dipindahkan ke seluruh pulau secara vertikal.

Profesor Lipo dan Terry Hunt, arkeolog dari University of Hawaii, Honolulu, lalu menguji hipotesisnya dengan menggunakan model beton yang ukurannya sama dengan patung yang asli.
Dengan bantuan tenaga dari 18 anggota tim, mereka berusaha menggerakkan patung setinggi 10 kaki atau sekitar 3 meter dengan cara menariknya menggunakan tiga tambang.

Satu tambang diikatkan di belakang patung untuk mencegahnya jatuh dengan posisi muka membentur tanah. Dua lainnya di masing-masing sisi. Percobaan itu berhasil.

Kurang dari satu jam, tim berhasil membuat replika moai itu berjalan sejauh 100 m. Berdasarkan temuan Profesor Lipo, hanya dibutuhkan sejumlah kecil pekerja untuk secara efisien memindahkan patung itu.


Berikut ini videonya:



Lipo menambahkan desain moai memang dibuat agar ia bisa berjalan. "Sangat keren, bukti kemampuan rekayasa Rapa Nui," kata dia.
Namun, tak semua ahli meyakini teori yang diajukan Lipo. Salah satunya, Jo Anne Van Tilburg, Direktur Easter Island Statue Project di University of California, Los Angeles. Ia mengatakan aksi tersebut tak bisa diterima sebagai percobaan ilmiah.

Sebab, bentuk model yang digunakan bukan replika akurat moai. Sebelumnya, timnya mengajukan hipotesis bahwa moai dipindahkan secara horisontal dengan bantuan kayu.



source : http://www.apakabardunia.com/
Read more...

Wednesday, September 19, 2012

Masih Ada yang Lebih Ganas dari T-Rex

0 comments
Apakah Anda masih mengira Tyrannosaurus rex atau T-rex adalah predator yang paling berbahaya yang pernah ada? Coba pikirkan lagi!

Carcharocles megalodon atau yang lebih dikenal dengan sebutan megalodon kiranya merupakan predator yang paling berbahaya yang pernah ada. Hal ini berdasarkan pernyataan Chuck Ciampaglio, seorang ahli paleontologi dari The Wright State University.

Megalodon adalah hiu dari masa prasejarah yang sudah punah dan dikenal dengan nama lain big tooth atau si gigi besar.

Ciampaglio mengatakan bahwa habitat hiu bergigi besar ini berada di Bakersfield, California, AS, lebih dari 2 juta tahun yang lalu.
Tempat lain seperti Chesapeake Bay juga merupakan daerah yang banyak terdapat hiu, mamalia laut, dan ikan. Namun, beberapa predator lain yang jauh lebih besar hidup di laut dangkal seperti Maryland, Teluk Virginia.

Tidak banyak yang tahu tentang hiu ganas yang memiliki panjang sekitar 50 kaki yang diperkirakan sudah merajai lautan selama 25 juta tahun.

Selain berukuran panjang, hiu tersebut ternyata juga memiliki gigi. Hal ini diketahui dari fosilnya yang berukuran 7 inci atau sekitar 17,5 cm.
Para peneliti juga yakin kalau dalam rantai makanan, megalodon berada di atas T-rex.

"T-rex tidak memiliki kesempatan untuk melawan dia," kata Ciampaglio. "Sepertinya kepala T-rex akan pas masuk ke dalam mulut hiu ini."



Read more...

Friday, June 1, 2012

4 Benua yang Hilang dari Muka Bumi

0 comments
Sebuah benua yang hilang adalah daratan hipotetis yang karena alasan apapun tidak ada lagi. Sebuah contoh utama adalah Atlantis, yang menurut mitos Yunani, tenggelam ke dasar laut. Berikut adalah daftar empat benua hilang sama.


1. Mu

Ketika wisatawan dan penulis Augustus Le Plongeon dieksplorasi reruntuhan Maya di Yucatan, ia mengaku telah diterjemahkan salah satu dari empat naskah kuno Maya yang dikenal. Menurut terjemahan, peradaban Maya jauh lebih tua dari orang-orang Mesir dan Yunani, dan bahwa naskah kuno juga mengatakan kepada sebuah benua bahkan lebih tua: Mu. Menurut Le Plongeon, Mu terletak di suatu tempat di Samudra Atlantik dan, sebanding dengan Atlantis, telah tenggelam oleh gempa bumi yang mengerikan. Pengungsi dari Mu kemudian akan membentuk Mesir sementara yang lain akan menjadi bangsa Maya.

Lain, sedikit lebih 'di luar sana' teori disajikan oleh James Churchward tahun 1926. Dia menyatakan bahwa setelah menerjemahkan lebih dari dua ribu tablet, ia telah belajar bahwa Mu benar-benar ada di Samudra Pasifik dan rumah bagi lebih dari 60 juta orang tetap menjaga koloni di bagian lain dunia. Peradaban itu maju, mungkin yang paling canggih pada masanya. Namun, sekitar 13.000 tahun yang lalu itu hancur dalam satu malam oleh aktivitas gunung berapi bawah tanah. Dia berpendapat bahwa peradaban yang kita anggap kuno induk dari semua pengungsi Mu karena mereka semua simbol umum digunakan untuk komunikasi. Terlebih lagi, ia menunjuk seni monolitik dan kehadirannya di seluruh dunia kuno sebagai bukti untuk klaim.

Ilmu, tentu saja, harus menolaknya karena ilmu pengetahuan harus menjadi downer banyak waktu. Kita tahu bahwa daratan yang cukup besar (setidaknya yang yang cukup dapat rumah 60 juta orang) hanya tidak itu tidak menghentikan orang percaya, meskipun tenggelam. Orang percaya modern mengklaim bahwa bukti dari Mu dapat ditemukan dari pantai Yonaguni Island, Jepang, di mana beberapa struktur dapat ditemukan di bawah air.


2. Lemuria

Lemuria memiliki dasar tidak dalam tablet tanah liat, melainkan dalam hipotesis. Setelah menyadari bahwa fosil lemur dan hewan terkait dapat ditemukan di India dan Madagaskar namun di tempat lain di Afrika Selatan dari Timur Tengah, zooligist Philip Scatler mengusulkan bahwa Madagaskar dan India pernah bergabung dengan daratan, dalam hal ini sebuah benua yang lebih besar atau tanah jembatan.

Sebenarnya, Scatler bukan orang pertama yang mengusulkan ini. Banyak ahli zoologi (dan perlu diingat bahwa berbicara tentang tahun 1700-an dan 1800-sini, di mana membuat klaim omong kosong adalah credential hanya satu yang dibutuhkan untuk menjadi seorang ahli zoologi) mengusulkan hal yang sama persis. Mereka, bagaimanapun, tidak memikirkan nama imut untuk pergi dengan itu, tampaknya karena mereka tidak memiliki orang pemasaran yang solid. Tapi Scatler dipopulerkan gagasan dan segera ilmiah masyarakat memiliki kasus terminal Lemuriamania. Makalah mulai berteori bahwa benua itu sebenarnya membentang dari Samudra Pasifik untuk lebih menjelaskan distribusi spesies yang berbeda di seluruh dunia. Buku Kelangsungan Hidup Savage JH Moore pergi sejauh untuk mengklaim bahwa umat manusia mungkin telah berevolusi dari spesies yang hidup di Lemuria, meskipun bukti bahwa sekarang hilang ke laut.

Namun, inti dari Lumeria adalah bahwa ia pasti tenggelam ke dasar laut, yang ilmu adalah terlalu senang untuk memanggil susun. Namun, ada sesuatu untuk hubungan India-Madagaskar. Kedua negara pernah terhubung, tapi India memisahkan diri jutaan tahun yang lalu, terutama tanpa tenggelam.


3. Thule

Yunani explorer Pytheas adalah orang pertama yang telah menulis tentang tanah Thule, sebuah utara pulau Britania. Menurut tulisan-tulisannya (yang hanya bertahan dalam bentuk fragmen direferensikan oleh sejarawan lain) itu berlayar enam hari dan merupakan utara terjauh dari pulau-pulau yang dikenal, menempatkannya di Lingkaran Arktik.

Pada saat yang paling orang tidak mengambil klaim Pytheas yang terlalu serius, karena ia memiliki reputasi untuk peregangan kebenaran hanya sedikit. Dokumen yang masih hidup paling referensi Thule langsung menolak gagasan ini dengan menegaskan bahwa Pytheas hanya membingungkan beberapa pulau kecil dan Inggris bahwa ia kemungkinan besar off dari meds nya.

Tidak seperti entri kami sebelumnya, tidak ada skenario kiamat awesome untuk Thule. Ini dianggap "hilang" karena jika Pytheas benar-benar menemukan sebuah pulau tak dikenal maka tentu tidak ada sekarang. Namun, diskusi yang paling modern pada subjek berpendapat bahwa ia mungkin telah merujuk ke Norwegia, Skandinavia atau bukan Islandia, jadi dia mungkin telah ke sesuatu jika ia memang tidak berbohong pantatnya off.

Tapi Nazi, pernah pemikir bebas, percaya bahwa Pytheas berbicara tentang sebuah negara yang tidak lagi ada. Terlebih lagi, itu adalah rumah asli dari ras Arya, orang-orang yang digambarkan sebagai raksasa-eqsue super dengan kekuatan gaib yang menempatkan teknologi modern untuk malu. Menurut legenda, seorang mesias akan datang dari Thule untuk menciptakan umat manusia. Kami yakin Anda tahu bagaimana cerita itu berakhir.

Harap dicatat kurangnya informasi utama yang berkaitan dengan Aryan super.


4. Hyperborea

Entri lain dari Yunani kuno, referensi paling awal kita yang masih hidup ke tanah Hyperborea berasal dari 450 SM, meskipun referensi dibuat untuk setidaknya tiga karya hilang juga. Tanah itu diduga lebih jauh ke utara dari yang lain dan rumah bagi Hyperboreans, ras raksasa jelas dengan darah ilahi.

Dalam Hyperborea matahari bersinar dua puluh empat jam sehari dan menetapkan hanya sekali dalam setahun. Beberapa teks merujuk pada satu hari di benua yang berlangsung satu tahun dibandingkan dengan pengukuran standar kami waktu. Menambahkan lebih ke hal raksasa sihir aneh, Hyperboreans diduga hidup seribu tahun waktu mereka. Artinya, tiga ratus enam puluh lima hari mereka setara dengan satu tahun super. Ini umur konyol dikreditkan ke masyarakat yang sempurna mereka bebas dari kedua penyakit dan perang. Orang-orang hanya akan menggantung sepanjang hari membuat musik dan semacamnya.

Itulah yang masih ada dari apa yang kita ketahui dari mitos orang, di luar sebuah legenda saja. Satu menuduh bahwa tentara dari Atlantis telah merencanakan invasi besar-besaran dari Hyperborea tetapi mundur begitu mereka menyadari bahwa mereka ramah raksasa aneh. Lain klaim bahwa Perseus slayed Medusa di Hyperborea daripada Libya, yang semacam bertentangan benda masyarakat yang sempurna, tapi apa pun.

Keberadaan Hyperborea ditentang sepanjang jaman dahulu, meskipun ada beberapa bukti untuk mendukung bahwa itu didasarkan pada sebuah penemuan yang sebenarnya. Dua puluh empat jam sinar matahari dapat menempatkan pulau di suatu tempat di Lingkaran Arktik. Jadi Hyperborea dianggap Siberia atau mungkin jauh-utara jangkauan Cina. Sementara itu, Robert Charroux telah menyatakan bahwa Hyperboreans adalah astronot kuno yang memilih wilayah planet kita terdingin untuk menetap di karena lebih baik berkaitan dengan iklim planet mereka sendiri. Pikirkan ini apa yang akan Anda.

Read more...

Friday, April 13, 2012

Makhluk Raksasa Misterius di Jebal Barez

0 comments


Fosil makhluk hidup ultra raksasa yang belum teridentifikasi jenisnya ditemukan di Jebal Barez, sebuah wilayah perbukitan tandus di pinggiran Iran. Sebuah fosil makhluk hidup berukuran raksasa (atau bahkan mungkin ultra) yang ditemukan di kawasan Jebal Barez ini sangatlah mengagumkan. Menurut para peneliti mungkin inilah hewan purba terbesar yang pernah eksis di dunia pada masa lalu. Ukuran kepalanya saja bisa mencapai panjang 26 m dengan ketinggian 8 m! Bayangkan betapa besarnya makhluk itu.

Diperkirakan fosil tersebut mungkin muncul akibat adanya gempa bumi yang melanda Iran pada 26 Desember 2003 lalu. Reruntuhan batuan akibat gempa bumi di Jebal Barez telah membuka fosil tersebut, yang selama berjuta-juta tahun terkubur di dalam bukit-bukit tandus berbatu.

Tim Satuan Kepurbakalaan Iran yang bertanggung jawab penuh atas penggalian sepakat mereka menegaskan bahwa ini merupakan kerangka hewan raksasa tunggal. Mungkin salah satu hewan purba berjalan melata. Ukurannya pun lebih besar daripada jenis-jenis Dinosaurus yang pernah ada sebelumnya, apakah hewan ini termasuk dalam jajaran Dinosaurus atau bukan, itulah yang belum bisa diterangkan.


Mereka tidak mau berspekulasi bahwa hewan ini merupakan salah satu jajaran species Dinosaurus. Sebab dari hasil penelitian yang telah ada, umur tulang dari makhluk tersebut berusia lebih muda dari pada era Cretaceous (Beberapa fase era-era/zaman di mana para Dinosaurus pernah eksis di bumi). Bahkan jika seandainya mereka mau berspekulasi, mungkin hewan ini bahkan hidup pada saat manusia-manusia purba telah menapakkan kaki-kaki mereka di bumi. Mungkin makhluk tersebut termasuk dalam jajaran hewan yang berjalan melata, dan sejenis hewan amfibi.


Setidaknya, kira-kira perlu bertahun-tahun bagi para ahli arkeologi dan paleontologi untuk mengetahui secara pasti mengenai identitas makhluk misterius tersebut. Mengenai kapan periode hidupnya, mungkin inilah pertanyaan yang harus dijawab terlebih dahulu. Karena dengan mengetahui kapan masa periode makhluk ini eksis, pengidentifikasian selanjutnya mungkin akan jauh lebih mudah dilakukan.


source : http://www.jelajahunik.us/
Read more...

Wednesday, March 14, 2012

10 Kepunahan Terbesar yang Pernah Terjadi di Bumi

0 comments
Hidup adalah perjuangan untuk bertahan hidup. Hewan hidup di bawah tekanan konstan untuk mendapatkan cukup makanan untuk dimakan dengan beradaptasi sebaik mungkin pada lingkungan tempat mereka hidup. Mahluk-mahluk yang tidak beradaptasi dengan baik akan rentan dalam masa-masa kesulitan, kelaparan dan akan mengalami kegagalan regenerasi lalau akhirnya punah.

Sepanjang sejarah bumi, kehidupan secara terus-menerus telah mengambil bentuk-bentuk baru peristiwa yang akan terus menguji para mahluk yang menjadi survival. Ketika perubahan iklim atau lingkungan secara drastis, banyak hewan yang kurang bisa menyesuaikan dengan situasi baru akan punah.
Kepunahan massal ketika sebagian besar kehidupan bumi telah lenyap sepenuhnya, tidak meninggalkan fosil lebih lanjut atau keturunan. Peristiwa ini telah terjadi sejak hampir penampilan pertama dari awal kehidupan itu sendiri. Semua hewan hidup hari ini hanyalah keturunan makhluk yang telah cukup beruntung telah memenuhi persyaratan adaptasi setiap kali dunia mereka berubah. 
Dan inilah sepuluh dari kepunahan terbesar dalam sejarah Bumi. 

10. Kepunahan di Jaman Akhir Ediacaran

Selama periode Ediacaran, kehidupan kompleks mulai mengambil bentuk untuk pertama kalinya di Bumi. Bakteri micro berkembang menjadi Eukariota yang lebih kompleks dan khusus, beberapa yang dikelompokkan bersama-sama untuk meningkatkan kesempatan mereka untuk menemukan makanan dan menghindari dimangsa.

Sebagian besar makhluk aneh tidak meninggalkan catatan karena mereka tidak memiliki kerangka, mereka yang berbentuk lembek cenderung membusuk ketika mati dan tidak menjadi fosil. Hanya dalam keadaan khusus, mahluk-mahluk ini bisa menjadi fosil. seperti saat mati dan tergeletak di lumpur yang tiba-tiba mengeras sehingga meninggalkan jejak.

Beberapa fosil memberitahu kita dari tentang laut yang penuh dengan makhluk aneh dan asing yang menyerupai cacing modern, spons, dan jeli. Namun, makhluk ini sangat bergantung pada oksigen, seperti juga kita.Tingkat oksigen mulai turun di bumi dan di seluruh dunia terjadi kepunahan massal 542 juta tahun yang lalu. Lebih dari 50% dari semua spesies mati. Sejumlah besar makhluk mati yang membusuk menjadi bahan bakar fosil (minyak) saat ini.
Penyebab tepat dari kadar oksigen menurun tidak diketahui, namun kepunahan massal ini membuat ruang untuk ledakan Kambrium, makhluk yang lebih rumit di luar dari hanya bentuk cacing belaka.


9. Kepunahan di Jaman Kambrium-Ordovisium

Selama periode Kambrium, kehidupan berkembang. Kehidupan Edicaran tetap tidak berubah selama jutaan tahun, tetapi dalam Cambrian tiba-tiba diversifikasi dan berkembang menjadi bentuk-bentuk baru tanpa akhir.

Krustasea eksotis dan trilobita menjadi hidup dominan dalam jumlah besar dan beragam.Kerang dan arthropoda air raksasa, mirip dengan serangga, mengisi lautan.  Makhluk-makhluk ini memiliki eksoskeleton kaku yang meninggalkan karunia fosil bagi kita untuk dipelajari. Hidup berkembang sampai lebih dari 40% dari semua spesies tiba-tiba punah 488 juta tahun yang lalu. Mereka yang tetap bertahan dalam kondisi karena beberapa perubahan yang keras yang terjadi.

Secara pasti ilmuwan belum mengetahui perubahan apa ini. Satu teori menyatakan bahwa glaciation terjadi, yaitu bagian paling dingin dari zaman es. Kami telah menikmati periode interglasial, bagian terpanas dari zaman es, untuk sebelas ribu tahun terakhir. Perubahan temperatur yang ekstrim dapat dengan mudah menyebabkan kepunahan sejumlah besar kehidupan. Peristiwa kepunahan ini menandai perbatasan antara jaman Kambrium dan periode Ordovisium.


8. Kepunahan di Masa Ordovician-Silurian

Hidup mulai berkembang sekali lagi selama periode Ordovisium. Nautiloids (gurita primitif), trilobita, koral, bintang laut, belut, dan ikan berahang mengisi lautan. Tanaman berjuang untuk bertahan di darat. Hidup secara bertahap menjadi lebih kompleks. 

443 juta tahun yang lalu, lebih dari 60% dari kehidupan mati dalam apa yang dianggap kepunahan terbesar kedua dalam catatan sejarah bumi. Hal itu disebabkan oleh zaman es yang cepat disebabkan oleh menurunnya kadar karbon dioksida. Sebagian besar air yang menjadi rumah bagi kelimpahan hidup menjadi habis dalam icecaps dan gletser yang pada gilirannya menyebabkan kadar oksigen lebih rendah juga.

Diperkirakan bahwa ledakan sinar gamma dari ruang angkasa telah menghancurkan lapisan ozon dan tanpa filter matahari radiasi ultra-violet kemudian menghancurkan sebagian besar kehidupan tanaman, yang menyebabkan penurunan awal dalam karbon dioksida. Meskipun beberapa mahluk bertahan dan melanjutkan hidup, dengan jumlah spesies itu akan butuh lebih dari 300 juta tahun untuk pulih dari peristiwa ini.


7. Peristiwa Lau

Setelah kepunahan Ordovisium, periode Silur dimulai. Hidup pulih dari kepunahan massal terakhir dan periode ini ditandai oleh perkembangan hiu dan ikan bertulang sejati, yang sebagian besar muncul sempurna dan modern. 

Lumut dan tanaman kecil akhirnya mulai tumbuh bebas di darat sepanjang garis pantai, dan beberapa arthropoda berkembang menjadi laba-laba dan kaki seribu yang disesuaikan dengan udara kering dan tinggal berdampingan dengan tanaman darat. 
Jumlah Kalajengking laut raksasa berlimpah, dan trilobita tetap mendominasi.

420 juta tahun yang lalu, terjadi perubahan iklim mendadak yang menyebabkan kepunahan 30% dari semua spesies. Gas-gas atmosfer berubah dalam proporsi yang membuat banyak makhluk tidak dapat menyesuaikan dan bahkan keracunan.

Penyebab perubahan ini tidak diketahui. Hidup berjuang sampai periode Silur berakhir dan periode Denovian dimulai, ketika evolusi menghasilkan model yang berbeda dari kehidupan yang berkembang. 


6. Kepunahan di Masa Akhir Devonian

Periode Devonian adalah tempat ikan tertentu berevolusi dengan sirip kokoh .
Di laut, terumbu karang yang luas dipenuhi dengan ikan dan hiu, beberapa di antaranya makan trilobita. Trilobita kehilangan pijakan mereka sebagai makhluk laut dominan untuk pertama kalinya sejak mereka muncul lebih dari 100 juta tahun sebelumnya. Bahkan, hiu begitu sukses beradaptasi bahwa mereka tidak perlu berubah banyak untuk bertahan hidup. dan beberapa hiu modern terlihat hampir sama persis dengan Hiu Purba.

Tanaman darat berevolusi benih dan beragam. Tanaman darat lebih kompleks dikembangkan dan tanah muncul untuk pertama kalinya dalam sejarah. Hutan Aneh mempunyai jamur yang tumbuh se-tinggi 8 m, yang sayangnya kini punah.

374 juta tahun yang lalu, 75% dari semua kehidupan menakjubkan ini mati. Hal ini disebabkan perubahan gas atmosfer, mungkin karena aktivitas gunung berapi yang besar atau dampak meteorit.


5. Hutan Hujan Carboniferous Lenyap

Setelah periode Devonian datang periode Karbon. beberapa hewan darat mengembangkan telur terestrial, yang memungkinkan mereka untuk hidup hampir di mana saja di darat bukannya terbatas pada pantai di mana mereka bisa bertelur. Serangga bersayap muncul dan makmur. Hiu menikmati zaman keemasan dan sedikit trilobita yang selamat dari kepunahan menjadi semakin langka. 
Pohon raksasa muncul dan hutan hujan yang luas menutupi sebagian besar tanah, meningkatkan kandungan oksigen udara hingga 35%.

Sebagai perbandingan, hari ini 21% dari udara adalah oksigen. Conifers dari periode Karbon tetap hampir tidak berubah hari ini. 305 juta tahun yang lalu, zaman es singkat mendadak yang disebabkan tingkat karbon dioksida untuk menjadi yang terendah dalam sejarah Bumi.
Hutan besar mati dan dengan mereka, banyak hewan darat juga mati. Hampir 10% dari semua spesies di Bumi menghilang saat itu. Pohon-pohon membusuk, kental, dan sekarang menjadi sumber utama bahan bakar karbon untuk kita, yang juga menjadi nama dari periode ini.


4. Kepunahan Masa Permian-Triassic

Setelah hutan hujan kolaps, hewan yang paling sukses hidup di darat adalah mereka yang meletakkan telur. Spesies-spesies ini dengan cepat mendominasi spesies lain sebelum memiliki kesempatan untuk pulih dan mereka beragam, memproduksi berbagai macam reptil dan synapsids dominan, yaitu reptil yang mirip mamalia dan juga nenek moyang dari mamalia.

252 juta tahun yang lalu, bencana terjadi Bumi yang belum pernah terlihat sebelumnya dan tidak pernah terlihat lagi. Hal ini disebabkan oleh dampak meteorit atau kegiatan vulkanik yang mengubah komposisi udara secara radikal. Antara 90% sampai 99% dari semua kehidupan punah. Ini adalah kepunahan massal terbesar dalam sejarah, dan dikenal sebagai "The Great Dying".

Untuk referensi, mari kita lihat kepunahan pada hewan yang disebabkan oleh manusia. Selama masa kita, perkiraan tinggi menunjukkan bahwa kita telah menyebabkan hampir 1000 spesies binatang punah. dan Ada sekitar 8 juta spesies hidup hari ini, yang berarti bahwa bahkan menurut perkiraan paling pesimis, kita telah melenyapkan 0,01% dari semua kehidupan binatang. Meskipun ini tidak patut dibanggakan, namun jumlah ini sangat kecil jika dibandingkan dengan sifat kepunahan masal pada awal-awal kehidupan bumi


3. Kepunahan Masa Triassic-Jurassic

Setelah kehancuran yang disebabkan pada akhir periode Permian, reptil menjadi dominan lagi dan dinosaurus muncul. Dinosaurus tidak dominan di atas reptil lainnya, dan pada masa ini dinosaurus tidak lebih besar dari kuda. Bangsa Dino yang menjadi terkenal karena ukuran dan bentuknya yang menyeramkan sampai hari ini adalah keturunan mereka, semua dinosaurus yang lebih besar, tyrannosaurus, stegosaurus, triceratops, dan berleher panjang raksasa sauropoda, datang di jaman Jurassic atau periode Kapur.

205 juta tahun yang lalu, 65% dari Triassic mati, termasuk semua hewan darat yang berukuran besar. Banyak dinosaurus selamat karena ukurannya yang kecil. Kebanyakan kepunahan massal terakhir satu juta tahun atau lebih, tetapi yang satu ini hanya membutuhkan waktu 10.000 tahun. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh letusan gunung berapi besar yang memuntahkan sejumlah besar karbon dioksida atau sulfur dioksida, yang mengakibatkan perubahan iklim mendadak.


2. Akhir Kepunahan Masa Jurassic

Selama periode Jurassic, reptil laut raksasa seperti Plesiosaurus mendominasi lautan. Pterosaurus menguasai langit dan Dinosaurus menguasai daratan. Stegosaurus, Diplodocus yang panjang, dan pemburu hebat Allosaurus umum ditemukan. Tumbuhan runjung, sikas, ginkgoes, dan pakis tumbuh dalam hutan yang rimbun. 
Dinosaurus kecil mulai mempunyai bulu dan burung mulai muncul.

200 juta tahun lalu, 20% dari kehidupan ini tiba-tiba menghilang dari catatan fosil, sebagian besar spesies laut. Kerang dan karang telah tersebar, namun mereka hampir sepenuhnya lenyap. Beberapa yang selamat berhasil mengisi kembali laut secara bertahap selama jutaan tahun berikutnya. Kepunahan ini tidak sangat mempengaruhi hewan darat, dan hanya beberapa spesies dinosaurus punah.

Penyebab kepunahan eksklusif di laut ini saat ini masih menjadi bahan perdebatan, tetapi satu kemungkinan adalah bahwa lempeng tektonik samudra sedikit lebih tenggelam sehingga membuat lautan yang lebih dalam.
Mahluk di laut yang sebelumnya beradaptasi dengan kedalaman yang dangkal banyak yang binasa karena laut semakin dalam dan terus menjauh dari permukaan.


1. Kepunahan di Zaman Kapur Tersier

Ini adalah peristiwa kepunahan yang paling terkenal. Setelah Jurassic berakhir, dinosaurus terus berkembang biak dan berevolusi selama periode kapur berikutnya. Mereka mengkhususkan diri ke dalam bentuk-bentuk yang banyak kita kenal hari ini. Lebih penting lagi, itu hanya selama periode kapur bahwa hidup akhirnya pulih dari kepunahan jaman awal Ordovisium-Silur.

Jumlah spesies pada akhirnya berkembang melebihi jumlah dari periode Ordovisium, 300 juta tahun sebelumnya, untuk pertama kalinya. Synapsids akhirnya berevolusi menjadi kecil, hewan pengerat seperti makhluk, yang merupakan mamalia pertama muncul.

65 juta tahun yang lalu, sebuah meteorit besar berdampak bumi jatuh di Chicxulub ( Sekarang disebut Meksiko ), mengganggu atmosfer dan menyebabkan pemanasan global yang parah, pada gilirannya membunuh 75% dari semua spesies. Meteorit ini berisi iridium dalam jumlah besar, yang biasanya sangat langka di Bumi, dan di permukaan batu dunia yang berusia 65 juta tahun menunjukkan sisa lapisan tipis iridium dari dampak peristiwa ini.

Sekelompok spesies reptil kecil dan mamalia termasuk di antara yang selamat dari kepunahan ini. dan Mamalia mulai menggantikan peran Dinosaurus sebagai hewan yang dominan di permukaan darat.


source : http://www.danishe.com/
Read more...

Friday, October 15, 2010

7 Keajaiban Dunia yang Tidak Banyak Orang Tahu

0 comments
1. Banaue Rice Terraces di Filipina

Dari gambar ini kelihatan luar biasa, ya, sawah irigasi kuno yang berumur 2000 tahun. Terletak di gunung Ifugao Filipina, terkenal dengan sebutan Banaue Rice Terraces. Tidak muluk-muluk, tetapi Filipina merasa cukup puas seandainya Banaue Rice Terraces ditempatkan sebagai Keajaiban Dunia ke Delapan.

Diperkirakan, sawah yang ‘diukir’ di gunung Ifugo ini, dibuat dengan peralatan yang sangat tradisional oleh nenek moyang bangsa Filipina. Sawah petak ini berada di 1.500 m di atas permukaan laut dan mengelilingi lereng gunung sejauh 10.360 km persegi.

Yang luar biasa, nenek moyang sudah mengatur sedemikian rupa pengairan sawah yang berasal dari hutan yang berada atas persawahan itu. Penduduk setempat sampai hari ini masih menanam pati juga sayuran di sawah itu.

Erosi, merupakan salah satu ancaman bagi keberadaan sawah kuno ini. Karenanya, pemerintah juga warga sekitar sangat peduli hal ini, perawatan serta rekonstruksi dilakukan terus menerus, untuk menjaga kelestariannya.



2. Sigiriya di Sri Langka













Ini adalah sisa-sisa peninggalan istana kuno yang terletak di atas bukit batu. Sigiriya atau Batu Singa, begitu sebutannya. Terletak di Matale District, Sri Lanka, dikelilingi hutan, waduk, juga kebun. Letaknya yang unik, ditambah dengan pemandangan menakjubkan, membuat Sigiriya banyak dikunjungi wisatawan. Melihat dari udara, Sigiriya seperti lukisan kuno yang mengingatkan orang pada Ajanta Caves di India.
Sigiriya dibangun pada masas pemerintahan Raja Kassapa I yang memerintah dari 477-495 AD. Tempat ini adalah satu dari tujuh peninggalan kuno yang dimiliki Sri Langka. Diduga, Sirigiya didiami sejak masa pra-sejarah. Lalu, pada abad ke-5 BC, tempat ini dipakai sebagai biara.



3. Tower of Hercules di Spanyol


Menara Hercules adalah mercu suar kuno peninggalan Romawi yang terletak di semenanjung, sekitar 2,4 kilometer (1,5 mil) dari pusat Corunna, Galicia, barat laut Spanyol. Nama Corunna berasal dari kolom kuno. Tinggi tower ini 55 meter menghadap pantai Atlantik Utara, Spanyol.
Mercusuar Hercules berusia 1900 tahun, peninggalan Romawi yang masih beroperasi hingga kini
Konon, usia tower ini sudah mencapai 1900 tahun, direhabilitasi tahun 1791. Ini adalah mercu suar peninggalan Romawi yang hingga kini masih difungsikan.






4. Toruń, Kota Kuno di Polandia Utara
Toru adalah kota di Polandia utara, persisnya di Vistula River. Ini adalah kota kuno yang telah ada sejak 1100 BC yang sampai sekarang masih eksis. Kota ini adalah kota kelahiran Nicolaus Copernicus (Seorang astronom, matematikawan, dan ekonom. Teorinya yang terkenal adalah matahari sebagai pusat Tata Surya, menjungkirbalikkan teori geosentris tradisional yang menempatkan Bumi di pusat alam semesta dianggap sebagai salah satu penemuan yang terpenting sepanjang masa, dan merupakan titik mula fundamental bagi astronomi modern dan sains modern. Teori ini menimbulkan revolusi ilmiah.

Torun kota kuno di Polandia masih eksis hingga kini. Diduga kota ini sudah ada tahun 1100 BC
. Toru menjadi cikal bakal pemukiman pertama di daerah itu, diperkirakan telah ada sejak 1100 BC. Kota itu berkembang pada abad pertengahan, yakni abad ke 7 hingga ke 13.

Kemudian Kesatria Teutonic membangun benteng di sekitar pemukiman, antara tahun 1230-31. Pada 1263, biarawan Franciscan menetap di daerah itu mengikuti Dominika pada 1239. 

Kota ini semakin berkembang dengan dibangunnya kota baru di dekat Toru. Kedua kota ini berkembang menjadi pusat perdagangan penting pada abad pertengahan. Jika Anda melihat potret ini, sungguh menarik. Tempat ini sejak dulu hingga sekarang banyak dikunjungi. Kalau dulu karena menjadi kota dagang, sedang sekarang menjadi kota wisata yang sarat dengan sejarah masa lalu.



5. Ajanta Caves di India

Goa Ajanta di Maharashtra, salah satu dari banyak peninggalan kuno yang ada di India. Yang menakjubkan di goa ini banyak terdapat lukisan juga patung-patung Buddha bernilai seni tinggi. Diperkirakan, monumen-monumen yang ada dalam goa ini mulai digarap pada abad ke 2 BC. 

Namun, goa di Ajanta ini kemudian ditinggalkan. Selama 1300 tahun goa ini terbengkalai, di bagian luar, belukar tumbuh tinggi, akhirnya menjadi hutan yang otomatis menyembunyikan keberadaan goa ini. Tidak ada yang pernah tahu bahwa di sana tersimpan ‘warisan dunia’ yang luar biasa. Sampai akhirnya pada musim semi tahun 1819 seorang perwira Inggris, tanpa sengaja memasuki ngarai yang curam.

Semakin dalam dia masuk ke sana, dan dia luar biasa kaget karena ia menemukan sebuah pintu tersembunyi di salah satu gua. Inilah kunjungan pertama manusia setelah ribuan tahun. Ketika ditemukan goa itu hanyalah ‘rumah’ burung dan kalelawar serta binatang lainnya. Kapten Smith kemudian melakukan eksplorasi pertama untuk mengetahui 'isi' dari goa misterius itu. Nama Kapten Smith ini diketahui, karena yang bersangkutan menuliskan namanya pada dinding goa dan tahun kedatangannya. Ia menulis, 'Kapten Smith, April 1819'.


6. Lembah Bunga di Himalaya

Lembah Bunga adalah lembah yang berada di ketinggian Himalaya. Para pendaki juga ahli botani menggambarkan lembah itu luar biasa indah, sudah ada sejak lebih dari seabad lebih, bahkan dalam mitologi Hindu, penggambaran keberadaan lembah ini sudah ada sejak zaman dahulu kala. 


Hamparan yang lembut, padang rumput di selingi bunga-bungaan warna warni, sangat indah dan nyaris menyesakkan nafas memandangnya. Lembah bunga yang indah semakin lengkap dengan adanya background gunung dan hutan. Lembah bunga ini dinyatakan taman nasional (Nanda Devi National Park) pada 1982. Masyarakat setempat mengetahui keberadaan lembah bunga ini, mereka meyakini bahwa tempat itu dihuni oleh kawanan peri.


7. Metéora, Bangunan di Puncak Gunung Batu Athos, Yunani

Lihat gambar-gambar ini, pasti anda takjub. Bagaimana bisa sebuah castile bisa berdiri di puncak gunung batu. Terbayangkan betapa sulitnya pembangunan castle ini, padahal usianya sudah ratusan tahun. Ini adalah kompleks biara-biara ortodoks Timur paling besar dan paling penting di Yunani. Persisnya, biara-biara ini dibangun di puncak gunung batu Athos. 


Ada enam biara di kompleks ini. Persisnya berada di kawasan Thessaly, dekat sungai Pineios, pinggir baratlaut Yunani Tengah. Yang cukup menarik adalah akses menuju biara yang sangat sulit. Konon, dulunya untuk mencapai biara digunakan tanggap panjang atau semacam jala yang dipakai untuk menaikkan dan menurunkan barang, termasuk manusia. Dibutuhkan kekuatan iman untuk bisa mencapai biara ini.
Read more...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...