Pages

Google Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Showing posts with label Astronomy. Show all posts
Showing posts with label Astronomy. Show all posts

Thursday, December 20, 2012

Isotop Besi-60 Bahan Dasar Penciptaan Tata Surya

0 comments
Isotop Besi-60 hanya dihasilkan supernova yang terjadi di dekatnya menyebarkan isotop melalui ledakan. Sisa-sisa ledakan bintang pada meteorit menentukan kondisi terbentuknya sistem tata surya.

Beberapa sisa-sisa isotop radioaktif tidak stabil, merupakan partikel atom energik yang membusuk dari waktu ke waktu. Para ilmuwan pada dekade terakhir telah menemukan sejumlah radioaktif isotop besi-60 yang menjadi bahan dasar sistem tata surya. Prof Nicolas Dauphas menyatakan semua hasil riset ini pada jurnal Earth dan Planetary Science Letters.

Para ilmuwan di University of Chicago (Departemen Ilmu Pengetahuan dan Geofisika Enrico Fermi Institute) menemukan radioaktif isotop besi-60 yang menandakan sebuah bintang yang meledak. Temuan ini menentang teori bahwa kekuatan ketika bintang meledak memaksa pembentukan sistem tata surya.



Pembuktian Isotop Besi-60 Pada Sampel Meteorit

Studi baru menyatakan adanya sisa-sisa ledakan bintang pada meteorit untuk membantu menentukan kondisi terbentuknya sistem tata surya. Isotop besi-60 hanya dihasilkan supernova, sehingga para ilmuwan telah mencoba menjelaskan bahwa supernova terjadi di dekatnya, menyebarkan isotop melalui ledakan.
Ilustrasi Pembentukan Planet / Credit : Jet Propulsion Laboratory
Hasil baru berbeda dari penelitian sebelumnya, bahwa kadar isotop besi-60 yang seragam dan rendah ditemukan pada bahan dasar sistem surya. Bahan ini jatuh bersama meteorit, dan untuk mengukur isotop besi-60 para ilmuwan melihat materi yang sama pada penelitian sebelumnya. Tetapi menggunakan pendekatan yang berbeda dan lebih tepat menghasilkan bukti isotop besi-60 yang sangat rendah.

Metode sebelumnya mengambil sampel meteorit utuh dan tidak sepenuhnya menghilangkan materi lainnya, mungkin telah menyebabkan kesalahan besar dalam pengukuran. Dalam metode pendekatan baru, semua ini diperlukan para ilmuwan untuk mengurai sampel meteorit ke dalam larutan sebelum pengukuran. Tentunya akan memungkinkan mereka untuk benar-benar menghapus materi kotor lainnya.

Metode yang digunakan untuk mengetahui apakah isotop besi-60 secara luas didistribusikan, tim melihat isotop besi-58. Supernova menghasilkan isotop melalui proses yang sama sehingga mampu melacak distribusi isotop besi-60 dengan mengukur distribusi besi-58. Kedua isotop seperti kembar yang tak terpisahkan, setelah peneliti mengetahui di mana besi-58, maka mereka akan menemukan isotop besi-60.


Isotop Besi-60 Terbentuk Dari Debu Bintang

Para peneliti menemukan sedikit variasi besi-58 dalam pengukuran berbagai sampel meteorit, dan menegaskan bahwa isotop besi-60 ditemukan secara merata. Untuk menjelaskan temuan mereka yang belum pernah terjadi sebelumnya, peneliti menyarankan bahwa rendahnya tingkat isotop besi-60 mungkin berasal dari akumulasi jangka panjang dari isotop besi-60 yang terbentuk dari debu bintang dan tak terhitung jumlahnya di masa lalu, bukan peristiwa bencana besar di dekatnya seperti supernova.
Jika penemuan ini benar, maka penelitian berikutnya tidak perlu mengambil sampel setiap bintang terdekat untuk mendapatkan isotop besi-60. Tetapi semua ini menjadi lebih sulit ketika ditemukannya kadar tinggi aluminium-26, yang menyiratkan adanya sebuah bintang di dekatnya.

Tim peneliti mengusulkan bahwa bintang besar berukuran lebih dari 20 kali massa Matahari menyebarkan aluminium-26 dan mencemari bahan yang akhirnya akan membentuk sistem tata surya. Sementara isotop besi-60 tetap terkunci di dalam interior bintang raksasa itu.


Read more...

2 'Kengerian' yang Konon Terjadi pada 21/12/2012

0 comments
Rumor mengenai kiamat suku Maya yang terjadi di 21/12/2012 terus bergulir. Sebagian kalangan mengatakan bahwa isu ini hanyalah isapan jempol belaka, namun sebagian lainnya mencoba mengaitkan peristiwa ini dengan ilmu pengetahuan. 

Dilansir Ibtimes, Rabu (19/12/2012), NASA meyakini bahwa akhir dari dunia yang terjadi di 2012 serta kalkulasi kalender suku Maya adalah salah. Mayoritas percaya bahwa tanggal tersebut hanya menandakan siklus waktu yang baru.
Skenario kemudian berlanjut dengan penjelasan ilmiah, yang dikait-kaitkan akan menimbulkan ketidakseimbangan yang kabarnya akan terjadi di akhir Desember 2012 ini. Ketakutan mengenai munculnya kiamat 2012 ini, menyebut dua persitiwa alam seperti badai Matahari raksasa dan kesejajaran planet-planet.

Fenomena badai Matahari atau Corona Mass Injections (CME), disebut-sebut akan terjadi yang menimbulkan gangguan terhadap kehidupan di planet, termasuk Bumi. Konon, letupan atau jilatan api raksasa ini akan melepaskan sejumlah awan elektron, ion dan atom melalui corona Matahari ke luar angkasa.

CME ini akan menyebarkan angin surya dan medan magnetik ke seluruh penjuru di luar angkasa. Sehingga, bila intensitas CME yang besar ini akan menerpa Bumi, maka akan menyebabkan badai geomagnetik yang melumpuhkan tenaga listrik untuk periode waktu yang lama.

Selain itu, berdasarkan pengamatan radio teleskop Murchison Widefield Array di Australia, menemukan bahwa CME ini bisa berpotensi merusak satelit komunikasi, tenaga listrik serta sistem navigasi GPS. Sementara untuk kesejajaran planet-planet di sistem Tata Surya, maka kabarya akan membuat Bumi menjadi sepenuhnya gelap gulita.

Dalam astronomi, ada istilah syzygy yang merupakan konfigurasi garis lurus pada tiga planet di sistem gravitasi. Oleh karena ketiga planet ini berada dalam posisi yang sejajar, maka akan ada daya tarik menarik gravitasi yang kuat, sehingga memengaruhi kestabilan planet.

Dengan demikian, konon, akan ada saling tubruk antara benda luar angkasa, yang juga berpotensi menimbulkan tabrakan antar planet di luar angkasa. Selain itu, dampak lain yang bisa dialami planet seperti gempa bumi, letusan gunung api serta perubahan kutub dan sumbu planet.


Read more...

5 Kemungkinan Dunia Berakhir pada 21/12/2012

0 comments
Banyak yang menyangkal terjadinya kiamat di 2012. Banyak juga di antara kalangan ilmuwan yang memperdebatkan perihal berakhirnya dunia di tahun ini.

Dilansir Ibtimes, Rabu (19/12/2012), banyak pula orang yang ingin tahu tentang kalender suku Maya 2012, yang menyebut-nyebut dunia akan terhenti di Jumat, 21 Desember 2012. NASA telah bertindak untuk memberikan penjelasan bahwa tiada kiamat yang terjadi di 2012.
Ada lima prediksi yang mengungkap kemungkinan Bumi akan mengalami 'keguncangan'. Ini melalui pendekatan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan fenomena alam yang dapat terjadi di bulan ini:

1. Erupsi gunung api, seperti diketahui erupsi gunung api berkontribusi besar terhadap kepunahan massal. Peristiwa ini juga yang menjadi salah satu penyebab punahnya hewan purba di 65 juta tahun lalu. Kabarnya, kuatnya erupsi vulkanik akan mampu menimbulkan tsunami.

2. Serangan teroris bisa terjadi kapanpun, termasuk di tanggal 21/12/2012. Mereka juga kemungkinan menimbulkan ancaman bagi negara-negara mereka yang memiliki perbedaan pendapat. Aksi percekcokan ini juga bisa diwujudkan dalam perang biologis, atau invasi kota yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa yang tidak sedikit.

3. Adanya tubrukan asteroid, disebut-sebut mampu menghancurkan sebagian atau keseluruhan dari sebuah planet. Asteroid menjadi benda luar angkasa yang paling mungkin dapat menubruk planet, tak terkecuali Bumi. Asteroid bisa dideteksi oleh NASA, namun bila ada asteroid dengan bentuknya yang hampir menyerupai Bumi, maka benda tersebut tidak akan dapat dihentikan.

4. Badai Matahari, merupakan bagian dari aktivitas siklus Matahari. Konon, badai Matahari dengan tingkatan termaksimal akan terjadi di 2012 sampai dengan 2014. Meskipun NASA menegaskan fenomena tersebut tidak akan membahayakan Bumi, namun tidak ada seorangpun yang tahu.

5. Komet yang melesat mampu mencapai kecepatan hampir 100.000 mph dan kecepatan akan semakin berlipat karena efek gravitasi planet. Semakin cepat objek itu meluncur, maka semakin memperburuk permukaan planet yang dihantamnya. Meskipun demikian, menemukan komet di luar sistem Tata Surya adalah sangat sulit, karena benda luar angkasa ini hampir tak terlihat atau gelap.


Read more...

Saturday, December 15, 2012

8 Penemuan Sains yang Membuka Mata Dunia

0 comments
Ilmu pengetahuan terus bergerak maju. Berbagai penemuan baru yang mengejutkan dan membuka mata manusia menjadi tonggak penting dalam peradaban. Bahwa hal yang dulu hanya khayalan telah menjadi kenyataan, serta penemuan-penemuan ini semakin menyadarkan bahwa ada zat yang Maha Besar sebagai sumber kehidupan. Beberapa hal yang patut kita ketahui :

1. Ununseptium
Unuseptium yang untuk sementara dinamai unsur ke 117 merupakan kombinasi antara isotop berkelium dan kalsium yang diciptakan para ilmuwan di Dubna, Rusia. Para fisikawan mengatakan bahwa unsur ini bisa menunjukkan 'island of stability', dimana unsur yang terberat bisa bertahan selama berbulan-bulan.

Unsur dengan nomor atom 117 ini dibuat dengan cara memborbardir 249Bk dengan ion kalsium dalam siklotron JINR U4000 selama 150 hari yang terdapat di Dubna.

Keseluruhan proses yang memakan waktu tidak lebih dari 320 hari yang merupakan waktu paruh unsur Bk (150 hari dalam siklotron+analisis data+review oleh tim peneliti) ini akhirnya berhasil menghasilkan 6 atom Ununseptium. Masing-masing dari keenam atom tersebut kemudian meluruh dengan memancarkan partikel alfa menjadi unsur bernomor atom 115 kemudian 113 sampai intinya terbelah menjadi dua atom yang lebih stabil.

2. Gen Penyebab Penuaan
Manusia memiliki sel tubuh yang regeneratif, bisa terus memperbarui jumlahnya. Namun teka-teki penyebab ketuaan menjadi perhatian ilmuwan. Secara genetika, ternyata terdapat unsur penyebab kita tak bisa awet muda selamanya. 

Dan pada beberapa orang ada yang tampak tua lebih cepat. Apa sebabnya? Para ahli genetika menemukan bahwa hal tersebut disebabkan oleh ulah gen TERC. Gen tersebut menentukan panjang telomer, semacam tutup yang terdapat pada ujung kromosom.

Orang pembawa gen itu akan cenderung mengalami penuaan lebih cepat sebab telomernya akan memendek lebih cepat. Orang yang membawa satu copy gen itu misalnya, akan tampak sama tua dengan orang yang 3-4 tahun lebih tua darinya. Penelitian tentang gen TERC itu dipublikasikan dalam Jurnal Genetics.


3. Planet Ekstra Surya
Para peneliti menemukan bahwa terdapat banyak sekali planet di luar tata surya. Salah satunya adalah planet HIP 13044b yang ditemukan oleh Astronom asal Indonesia, Johny Setiawan. Planet tersebut sebenarnya merupakan planet ekstra surya tetapi masuk ke galaksi Bima Sakti. Penemuan planet ekstra surya lainnya adalah adanya 7 planet yang mengorbit pada bintang HD 10180. 

Sementara, penemuan planet lainnya yang juga memukau adalah Gliese 581g, planet ekstra surya dikatakan mengorbit bintangnya pada jarak yang tak terlalu panas ataupun dingin, seperti bumi mengorbit matahari. Digadai-gadai beberapa planet tersebut jadi tujuan manusia sebagai pengganti bumi.


4. Penemuan Metamaterial
Penemuan ini dilakukan oleh Profesor Martin McCall dan Imperial College, London. Metamaterial yang dibuat dikatakan bisa 'mengaduk' aliran energi elektromagnetik. cahaya yang melewati metamaterial tersebut akan terhambur secara tidak merata, membentuk gap antara ruang dan waktu.


5. Muons
Para ilmuwan mengatakan bahwa jumlah materi dan anti materi yang dihasilkan sebelum big bang haruslah berbeda. Hanya perbedaan itulah yang memungkinkan terciptanya semesta. Sebelumnya, perbedaan itu hanya mungkin dalam teori. 

Percobaan partikel di Fermilab menemukan bahwa muons (partikel sub atomik seperti halnya elektron) yang dihasilkan memiliki kelebihan 1% anti muons. Perbedaan muons dan anti muons tersebut memang tidak terlalu banyak. Namun, para ilmuwan mengatakan bahwa jumlah itu cukup untuk memacu terciptanya semesta.


6. Bulan Lebih Basah Daripada Sahara
Misi Lunar Crater Observation and Sensing Satellite (LCROSS) berhasil menemukan keberadaan air di bulan cukup mengejutkan. Air yang terdapat di kutub selatan bulan itu terdapat dalam bentuk es yang tercampur dengan materi lain. Para peneliti mengatakan, es tersebut bisa diolah menjadi air murni. Dan jumlahnya lebih banyak daripada air di Gurun Sahara.


7. Piramida Teotihuacan di Meksiko
Para arkeolog yang meneliti Piramida Teotihuacan berhasil menemukan koridor selebar 12 kaki lengkap dengan bagian atapnya. Dengan penemuan koridor tersebut, para arkeolog berharap bisa mengetahui jalan menuju pemakaman para rabi atau pemimpin agama dalam peradaban Mexico tersebut.


8. Penemuan Australopithecus sediba
Para ilmuwan menemukan fosil Australopithecus sediba, sebuah spesies manusia purba di wilayah Malapa, Afrika Selatan. Fosil tersebut diduga berasal dari masa 2 juta tahun yang lalu. Para palaentolog menduga, fosil tersebut berkaitan dengan fosil manusia purba Homo erectus yang secara evolusioner kemudian berkembang menjadi Homo sapIens atau manusia modern. 


Read more...

Wednesday, December 12, 2012

Mungkinkah Melakukan Perjalanan Melintasi Waktu ?

0 comments
Mesin waktu selalu menjadi pertanyaan yang menarik untuk diungkap. Berbagai film fiksi ilmiah dibuat dengan asas teori fisika yang sebenarnya memberi titik cerah akan pertanyaan mendasar ini, "Mungkinkah manusia melakukan perjalann melintasi waktu?" Jawabannya cukup singkat: Mungkin saja.

Bagaimana teori itu bisa dijabarkan, dan perjalanan seperti apa yang memungkinkan? Para ilmuwan telah meneliti teori relativitas Albert Einstein selama bertahun-tahun, dan menyatakan cara yang paling 'masuk akal' bagi manusia agar bisa menembus ruang dan waktu.
Untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut, kita harus menyadari soal kecepatan cahaya. Bahwa waktu berjalan semakin lambat saat kita bisa mendekati kecepatan cahaya.

Hal ini pernah diuji oleh Paul Davies, penulis buku "How to Build a Time Machine" dengan melihat pergerakan jam dalam kereta yang melaju sangat cepat. Ternyata jarum jam bergerak lebih lambat dibandingkan jam stationer.

Kesimpulan ini pun diajukan Brian Greene, penulis buku "The Universe Elegant" yang juga seorang fisikawan di Universitas Columbia.

"Jika Anda ingin tahu seperti apa bumi satu juta tahun dari sekarang, saya akan memberitahu Anda bagaimana untuk melakukan itu," kata Greene. "Buatlah sebuah pesawat ruang angkasa yang bisa mencapai kecepatan cahaya. Lalu naik di dalamnya selama beberapa waktu, dan ayo kembali ke bumi setelah itu. Setelah melangkah keluar dari pesawat, Anda akan memiliki usia mungkin satu tahun, sementara bumi akan berusia satu juta tahun. Anda akan melakukan perjalanan ke masa depan bumi. "

Teori ini mungkin bisa lebih mudah dipahami bila Anda menonton film seri "No Ordinary Family" yang mengisahkan keluarga super dengan bakatnya masing-masing. Sang istri bisa bergerak sangat cepat seperti Flash, sehingga dalam satu episode ia bisa melangkah ke masa depan.

Namun, kecepatan cahaya bukan satu-satunya cara untuk menembus waktu. Massa juga mempengaruhi waktu.

"Waktu berjalan sedikit lebih cepat di ruang angkasa daripada yang dilakukannya di atas bumi," kata Davies. Jam kapal satelit yang mengorbit mengalami dilatasi waktu karena kedua kecepatan orbit dan jarak yang lebih besar dari pusat gravitasi bumi.


Bila perjalanan menuju masa depan sangat mungkin, bagaimana dengan kembali ke waktu masa lalu? Setidaknya ada 3 teori yang hingga saat ini masih berupa hitung-hitungan di atas kertas, belum sampai tingkat pembuktian.


1. Wormhole
Wormhole atau lubang cacing adalah jalan pintas melalui ruang dan waktu. Jika digambarkan melalui bidang datar, seperti kertas yang dilipat, lubang cacing membengkokan bidang tersebut, sehingga kedua ujung akan saling bertemu.
"Wormhole adalah seperti terowongan atau jalan pintas antara dua titik yang jauh," kata Davies, "Jadi misalnya, jika saya memiliki lubang cacing di kamar hotel saya dan saya melompat melaluinya, maka saya tidak akan keluar di Pennsylvania Avenue. Saya mungkin akan keluar dekat sisi lain dari galaksi. "

Menurut fisikawan terkemuka, Stephen Hawking, lubang cacing yang terjadi pada tingkat kuantum secara teoritis bisa memberikan pijakan untuk perjalanan waktu. Namun Hawking masih mempertanyakan, seandainya perjalanan waktu dengan wormhole sudah dilakukan, seharusnya kita saat ini bisa bertemu dengan orang-orang dari masa depan yang datang ke jaman kita sebagai wisatawan waktu.

"Sejumlah pertanyaan tentang perjalanan waktu tetap belum terjawab. Akankah ada wisatawan waktu dari masa depan yang pernah muncul untuk membantu kami keluar? Kami hanya harus menunggu dan melihat. Tetapi jika mereka datang ke sini menggunakan mesin waktu lubang cacing, kita harus membangun yang pertama," papar Hawking.

Nyatanya kisah tentang orang yang mengaku pernah naik mesin waktu belum bisa dibuktikan, dan masih berbau hoax belaka.


2. Dimensi keempat
Dalam fisika, waktu digambarkan sebagai dimensi seperti panjang, lebar, dan tinggi. Contoh, ketika kita melakukan perjalanan dari rumah ke sebuah toko, itu artinya kita bepergian melalui arah dalam ruang, membuat kemajuan di semua dimensi spasial lebar-panjang, dan tinggi.

Nah, dimensi keempat adalah yang disebut sebagai ruang-waktu. "Ruang dan waktu yang kusut bersama-sama diibaratkan dengan kain empat dimensi yang disebut ruang-waktu," kata Charles Liu, seorang astrofisikawan dengan City University of New York, College of Staten Island.
Ruang-waktu, menurut Liu, dapat dianggap sebagai bagian dari spandex - serat sintetik dengn elastisitas yang luar biasa - dengan empat dimensi. 

"Ketika sesuatu yang memiliki massa-Anda dan saya, obyek, planet, atau bintang-duduk di potongan empat dimensi spandex, menyebabkannya untuk membuat lesung pipi," katanya. "Lesung Itu adalah manifestasi dari ruang-waktu untuk mengakomodasi massal ini."

Singkatnya begini, lesung-pipi waktu yang dimaksud Liu adalah pembengkokan ruang-waktu. Hal ini bisa membuat obyek bergerak pada jalur melengkung.. Teori dimensi keempat ini masih ada hubungannya dengan lubang cacing atau wormhole.


3. Cosmic String
Teori lain adalah kosmik string, yakni semacam tabung energi yang membentang di seluruh alam semesta yang terus berkembang. Daerah-daerah di sisa dari kosmos awal, diperkirakan mengandung sejumlah besar massa dan karenanya dapat menggulung ruang-waktu di sekitar mereka.
String kosmik terjadi terus berulang, tanpa akhir karena alam semesta terus berkembang. Pendekatan dua string yang bergerak sejajar (paralel) satu sama lain, akan membengkokkan ruang-waktu begitu keras hingga memungkinkan seseorang bisa membuat perjalanan waktu. Teori ini dikemukakan oleh J. Richard Gott, fisikawan dari Princeton University dan penulis “Time Travel in Einstein's Universe”.

Bagaimanapun, 3 teori di atas masih memberi kesimpulan yang sama di mata para ilmuwan. Bahwa, perjalanan waktu adalah mungkin, sepanjang manusia melompat ke masa depan dan tidak ke masa lalu.

Mengapa? Karena hukum aksi-reaksi masih berlaku di alam semesta. Suatu perbuatan di suatu waktu akan berpengaruh di masa berikutnya. Misalnya saja, seseorang bisa kembali ke masa silam lalu membunuh kakek atau neneknya, maka apa yang terjadi? Keseimbangan alam akan terganggu, demikian juga perjalanan sejarah ikut berubah.


Read more...

Thursday, December 6, 2012

Misteri dan Asal Usul Planet Nibiru

0 comments
Apakah Planet Nibiru merupakan berita hoax terbesar yang pernah ada? Ataukah ternyata memang benar keberadaannya? Sehingga saat ini Planet Nibiru disebut-sebut sebagai bakal menjadi penyebab bencana terbesar bumi. Mari kita urut asal-usul dan misteri Planet Nibiru dari awal kemunculan kisahnya.
Tahun 1846
Pada tanggal 30 September 1846, satu minggu setelah planet Neptunus ditemukan, seorang ahli matematika Perancis bernama Le Verrie mengumumkan kemungkinan masih adanya planet lain di tata surya kita yang belum ditemukan.

Ia menggunakan teori mekanika Newton untuk mengukur gangguan orbital Neptunus dan menyimpulkan bahwa gangguan ini pastilah disebabkan oleh gaya gravitasi planet lain.

Pada 10 Oktober tahun yang sama, Triton, bulannya Neptunus ditemukan. Dengan penemuan Triton, maka para astronom dapat menghitung kembali massa planet Neptunus. Namun diluar perkiraan mereka, mereka menemukan massa Neptunus lebih besar 2% dari yang diperkirakan.

Perhitungan ini sudah memasukkan pengaruh gravitasi Uranus. Bahkan ketika pluto ditemukan pada tahun 1930, para ilmuwan menyimpulkan bahwa pluto tidak cukup besar untuk mempengaruhi massa Neptunus.

Jadi astronom kembali berusaha mencari planet lain yang dianggap bertanggung jawab atas gangguan massa Neptunus.

Planet lain yang belum ditemukan itulah yang disebut planet X. Jadi planet X sesungguhnya adalah sebuah penyebutan planet yang dipercaya ada, namun belum ditemukan. Konsep ini sesungguhnya telah ada sejak tahun 1840-an. Bukan sesuatu yang baru. Misteri anomali massa Neptunus terus bertahan hingga tahun 1980.

Tahun 1976
Sebuah buku kontroversia; berjudul 'The twelfth Planet' diluncurkan oleh Zecharia Sitchin. Dalam bukunya, Sitchin menginterpretasikan kembali tulisan Sumeria kuno yang telah berumur 6.000 tahun dengan mengganti nama dewa-dewa Sumeria dengan nama-nama planet hipotetis.

Menurut Sitchin, pada masa sebelum ada planet bumi, ada sebuah planet yang bernama Tiamat yang terletak di antara Mars dan Jupiter. Suatu hari orbit Tiamat dimasuki planet raksasa lainnya yang besarnya sekitar 20 kali Jupiter. Planet ini bernama Nibiru. Nibiru sendiri berarti 'tempat persimpangan' atau 'tempat terjadinya transisi'.

Perjumpaan ini menyebabkan Tiamat bertabrakan dengan salah satu bulan Nibiru. Pecahan dari tabrakan ini menyebabkan terbentuknya planet Bumi.

Menurut Sitchin, Nibiru adalah tempat berdiamnya satu ras alien yang bernama Annunaki yang memiliki periode orbit 3.630 tahun mengelilingi matahari. Annunaki yang selamat dari tabrakan itu kemudian datang ke bumi. Lalu ceritanya berkembang.

Annunaki konon katanya memodifikasi genetika primata di bumi dengan cara mencampurnya dengan gen mereka sendiri untuk menciptakan homo sapiens (manusia) sebagai budak mereka.

Ketika Annunaki meninggalkan bumi, mereka membiarkan manusia (yang merupakan primata hasil modifikasi genetika) memerintah bumi hingga mereka datang kembali ke bumi. Para pengikut Sitchin kemudian mengambil konsep dan istilah planet X untuk menggambarkan planet Nibiru. Bagi mereka Planet X yang sedang dicari-cari sesungguhnya adalah Nibiru.

Inilah pertemuan pertama antara konsep Planet X dan Nibiru.

Para pengikut Sitchin kemudian juga menghubungkan kedatangan kembali Nibiru dengan perhitungan kiamat kalender suku Maya. Mereka kemudian menyimpulkan bahwa Planet Nibiru akan masuk ke orbit bumi pada tanggal 21 Desember 2012.

Ingat bahwa gravitasi planet akan mempengaruhi planet lain yang didekatnya. Nibiru yang disebut memiliki besar 20 kali Jupiter dipastikan akan membawa kehancuran bagi planet bumi.

Tahun 1980an
NASA mengumumkan bahwa anomali massa Neptunus ternyata adalah sebuah kesalahan pada data observasi. Setelah data tersebut diperbaiki, maka tidak lagi ditemukan kesalahan orbital. Misteri yang bertahan sejak 1840an terpecahkan. Wacana Nibiru dan kiamat 2012 mulai tenggelam perlahan-lahan.

Tahun 1983
Headline media-media menulis bahwa dua astonom bernama Neugebauer dan Houck menemukan sebuah planet yang seukuran Jupiter melanglang buana di antariksa sekitar 2 miliar kilometer dari matahari. Orang-orang mulai bertanya-tanya, apakah ini mungkin tanda keberadaan Nibiru.

Namun ternyata media salah! Neugebauer dan Houck hanya mengatakan bahwa mereka menemukan ketidakberaturan dalam spektrum infrared. Ini bisa berarti apa saja, mulai dari sebuah planet hingga sebuah galaksi.

Tahun 1994
Seorang peneliti dan astrolog bernama John Major Jenkins menerbitkan sebuah buku yang berjudul 'Tzolkin : Visionary Perspectives and Calender Studies'

Dalam bukunya ia menafsirkan arti periode-periode kalender Maya. Bukan sesuatu yang baru, namun Jenkins kembali mempopulerkan konsep kalender maya yang telah dipopulerkan sebelumnya oleh Michael D Coe.

Jenkins dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam penyebaran kembali konsep kiamat 2012. Kiamat 2012 kembali mendapat perhatian dunia, didorong oleh publikasi buku Jenkins.

Tahun 1995
Seorang paranormal bernama Nancy Lieder mengklaim bahwa ia diperingatkan oleh suatu ras alien yang tinggal di sebuah planet yang terletak di sistem planet Zeta Reticuli bahwa Nibiru akan menghancurkan bumi pada Mei 2003.

Tahun 2003
Ramalan Nancy Lieder meleset. Mei 2003, dunia tidak kiamat. Nancy Lieder mengkoreksi ramalannya menjadi tahun 2012.

Tahun 2005
Nasa mengumumkan bahwa pada tanggal 21 Oktober 2003 sebelumnya telah ditemukan sebuah planet baru kesepuluh yang diberi nama Eris. Orang-orang segera mengasosiasikannya dengan Nibiru.

April 2006
Arti kata Planet didefinisikan ulang. Berdasar pada definisi baru ini, Eris masuk kedalam kategori planet mini bersama Pluto. Lagipula karakter Eris sangat jauh dari Nibiru. Periode orbit Eris hanya 556,7 tahun.

Tahun 2007 - Sekarang
Konsep kiamat 2012 kembali dihidupkan oleh beberapa buku populer. Namun kali ini, Nibiru bukan dianggap sebagai penyebab kiamat, melainkan badai matahari (solar maximum). Nibiru hanya menjadi wacana sampingan, tertutup oleh popularitas badai matahari.


Read more...

Thursday, November 29, 2012

Melihat Formasi Bintang di Tata Surya bisa Melalui Google

0 comments
Menemukan letak bintang atau belajar soal konstelasi semakin sulit sekarang. Apalagi bagi yang tinggal di kota besar, lampu-lampu yang terang menyulitkan pemandangan kita ke angkasa. Paling banter harus ke planetarium atau menggunakan teleskop.
Tapi kini tak perlu sulit lagi untuk melihat bintang di langit. Lewat layanan Google kita bisa menjelajah Bima Sakti dengan mudah. Ini merupakan eksperimen dari Google Chrome yang disebut 100,000 stars.

Caranya cukup mudah. Kita tinggal memilih zoom in atau zoom out untuk mencari bintang yang dituju. Pada layar juga tertera nama-nama bintang atau formasinya. Kalau ingin mencari rasi bintang, kamu harus mengerti istilah dalam bahasa inggris. Misalnya Ursula Majors untuk Rasi Bintang Biduk, dan lain sebagainya.
Pada nama-nama bintang yang tertera, saat kita klik maka akan muncul informasi lebih detil. Di pojok kiri atas layar bila diklik, kita akan diajak tur untuk melakukan perjalanan singkat ke beberapa tempat paling persektif di galaksi.

Bagi guru atau orang tua, menarik juga untuk mengajarkan ilmu perbintangan pada anak-anak. Tertarik? Klik link ini: 100,000 Stars.


Read more...

Thursday, November 15, 2012

Lubang Hitam Bima Sakti Pancarkan Sinar-X dengan Lumonitas Tinggi

0 comments
Belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, Lubang hitam (black hole) di pusat galaksi Bima Sakti (milky way) mengeluarkan sinar-X dengan lumonitas tinggi, sekali dalam sehari.

Memang biasanya ledakan yang menyebabkan munculnya sinar-X sering terjadi di lubang hitam Bima Sakti yang disebut dengan Sagitarius A tersebut. Namun akhir-akhir ini seperti yang pernah diamati oleh teleskop Chandra-X Ray Observatory pada Bulan Februari 2012 lalu, ledakan sinar-X semakin kuat yaitu 150 kali lebih terang dari lumonitas normal lubang hitam.
Proses lubang hitam yang 'memakan' asteroid dan merubahnya menjadi pancaran sinar-X. 
Image credit: NASA/CXC/M.Weiss
Apa penyebabnya? Para ilmuwan sendiri tidak begitu yakin dengan pendapatnya. Nampaknya ledakan tersebut tidak akan mengalami perlambatan meskipun secara keseluruhan usia lubang hitam yang semakin lanjut akan diikuti dengan penurunan aktivitas.

Di awal tahun 2012 lalu ada peneliti yang mengatakan bahwa ledakan sinar-X di lubang hitam Bima Sakti mungkin berasal dari asteroid atau bahkan planet yang berkeliaran dan berjarak terlalu dekat dengan lubang hitam, sehingga mereka 'dimakan'.

Sebab pada dasarnya jika lubang hitam selesai 'memakan' asteroid atau planet maka ia akan mengeluarkan gas sinar-X.
Foto false color dari daerah di pusat galaksi Bima Sakti. 
Pada area tengah, terrdapat titik kecil yang memancarkan sinar-X dan itu adalah lubang hitam. 
Image credit: NASA/MIT/F. Baganoff dkk
Nampaknya para astronom juga setuju dengan pendapat itu. "Karena alasan apapun, Sagitarius A makan lebih banyak," kata Michael Nowak, ilmuwan dan peneliti dari IT dan penulis di jurnal astrofisika.

"Satu teori yang makin dipercaya adalah jika asteroid begitu dekat dengan lubang hitam, lubang hitam akan meregang dan menghancurkan asteroid tersebut hingga berkeping-keping dan memakannya sampai akhirnya akan memancarkan radiasi sehingga akan timbul dedakan yang besar," tambahnya.

Para astronom mendeteksi lubang hitam melalui energi cahaya yang dilepaskan saat lubang hitam menelan materi yang ada didekatnya. Pusat galaksi dan quasar yang baru lahir merupakan tempat dimana terdapat lubang hitam yang sangat aktif. Dengan bertambahnya usia lubang hitam, mereka akan cenderung melambat dan mengkonsumsi materi lebih sedikit.

"Setiap orang bisa menggambarkan lubang hitam seperti vakum cleaner di mana ia bisa mnyedot debu yang dilaluinya," kata Frederick K. Beganoff dari MIT.


Read more...

3 Teori Kiamat 2012

0 comments
Kita sudah mengetahui perhitungan kalender Maya berakhir 21 Desember 2012, dan ini sempat memicu teori sebagai kiamat. Sebenarnya ada 3 teori lain yang menyatakan tahun 2012 menjadi 'tahun penting' dalam peradaban manusia.

Tahun penting di sini memaksudkan akan ada akhir, lalu era baru. Jadi tidak selalu berarti kiamat. Namun, seperti apa era baru yang dimaksud?
1. Planet X atau Nibiru

Penurunan 'kasta' Pluto tidak lagi masuk dalam rangkaian 9 planet di tata surya menghasilkan hipotesa ada planet lain yang mengorbit tidak teratur. Planet ini disebut Planet X atau Nibiru, digambarkan akan datang menabrak planet Bumi. 

Apa yang terjadi setelah tabrakan? Bisa kehancuran total di bumi, atau bisa juga terjadi pembalikan kutub yang mendatangkan perubahan besar-besaran. Hingga akhirnya iklim yang hancur membunuh manusia.


2. The Prophecy of the Popes
Nubuatan Paus pertama kali diterbitkan tahun 1595 oleh Arnold de Wyon, seorang sejarawan Benediktin jadi bagian dari buku Lignum Vitae yang ditulisnya. Terdiri dari 112 bagian tentang penglihatan Saint Malachy soal kepausan. 

112 bagian tersebut menggambarkan setiap Paus yang dimulai dari Paus Celestine II yang terpilih pada tahun 1130. Hingga bagian terakhir yang disebut Peter of The Roman, bunyinya, "Akan memerintah Petrus Romanus yang akan memberi makan domba-dombanya di tengah kesengsaraan hebat; Setelah itu tujuh kota gunung akan hancur dan terjadilah penghakiman terakhir."

Para peminat dan pengamat nubuatan Malachy yakin sosok Paus Benedict XVI yang memimpin Vatikan sejak 2005 silam menjadi sosok terakhir sebelum runtuhnya Vatikan dan pemerintahan anti-Kristus mulai.


3. Photon Belt
Saat ini kita sedang mendekati akhir dari suatu Millenium. Kaum mistikus paranormal, praktisi dan pengamat metafisika tentu sudah mengetahui dan menyadari bahwa manusia berada di ambang pintu suatu perubahan besar dalam evolusinya. 

Tata Surya kita adalah bagian dari Galaksi yang kita sebut dengan nama The Milky Way (Bima Sakti), alam semesta kita merupakan bagian dari suatu Alam Semesta Raya. Ada teori yang menyebut bahwa terdapat 12 Alam Semesta di dalam Alam Semesta Raya. Alam Semesta kita adalah yang terakhir diciptakan.

Tiap Alam Semesta, tiap Galaksi, tiap Tata Surya memiliki suatu Matahari. Tata Surya kita yang posisinya ada di pinggir salah satu Galaksi, mengitari suatu MATAHARI CENTRAL (Central Sun) dari gugus bintang PLEIADES yang namanya ALCIONE. Tata Surya kita berikut planet-planetnya termasuk bumi memerlukan waktu 25.860 tahun untuk mengitari ALCIONE itu.

Pada tahun 1961, dunia ilmu pengetahuan melalui instrument-instrumen satelit telah berhasil mendeteksi adanya ZONA PHOTON (Photon Belt) yang mengitari PLEIADES secara tegak lurus. Karena Matahari kita dan planet-planetnya mengitari ALCIONE selama 25.860 tahun, maka tiap ± 12.500 tahun tata surya kita bertabrakan dengan ZONA PHOTON itu. Untuk melintasi ZONA PHOTON diperlukan waktu 1000-2000 tahun. Sebenarnya sejak 1961 tata surya kita sudah mulai memasuki ZONA PHOTON, baru di tepinya, dan akan berada di pusatnya disekitar tahun 2011-2012.

Apakah Zona Photon?
PHOTON BELT atau ZONA PHOTON adalah suatu daerah yang terdiri dari partikel cahaya photon. Cahaya photon adalah akibat adanya tabrakan dari anti-elektron (positron) dengan electron. Tabrakan itu menyebabkan kedua jenis partikel itu saling menghancurkan, yang kemudian menimbulkan energi photon atau partikel cahaya. Kelak dikemudian hari energi photon ini akan menjadi sumber energi utama untuk memenuhi kebutuhan energi.

Akan terjadi perubahan total dalam bidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kesadaran Manusia.

Apa yang Terjadi Saat Transisi?
Di tepi Zona Photon ini terdapat suatu batasan yang disebut Zona Nil (Null Zone), zona nil tersebut terdapat kompresi energi yang amat besar, dimana medan magnetic sangat padat sehingga segala sesuatu yang melintasi zona itu pasti mengalami perubahan. Hal ini juga berarti bahwa medan magnetic bumi dan matahari akan dirubah menjadi jenis magnetic baru, yaitu magnetic interdimensional. Maka diperkirakan timbulnya sesuatu perubahan pada medan elektrik magnetis dan gravitasional bumi, hal mana sebetulnya sudah mulai terjadi sekarang ini.

Akibat lain yang akan terjadi adalah, bahwa semua alat-alat listrik tidak bisa berfungsi, lampu tidak bisa dinyalakan, mobil tidak bisa di starter.

Diperkirakan selama beberapa hari penghuni bumi akan dihadapkan pada keadaan yang tidak dipahami dan hidup dalam kegelapan.

Hari 1-2 : Matahari tidak nampak dan tak bersinar. Sehingga bumi menjadi gelap gulita, udara sangat dingin .

Hari 3-4 : Terlihat cahaya temaram, seperti di saat fajar, bintang-bintang mulai terlihat di langit.

Hari 5-6 : Hari-hari akan terang terus (terang 24jam), seluruh mahluk hidup merasa lebih bersemangat menerima energi baru. Kemampuan supranatural mulai timbul, penghuni bumi merasakan terwujudnya Zaman Baru.

Perubahan frekuensi getaran ini sangat dasyat sehingga disebut sebagai Kelahiran baru bagi planet bumi dan bangsa manusia, terciptanya Zaman Baru (The Dawn of the New Age).


Read more...

Wednesday, November 14, 2012

8 Misteri dan Fakta Aneh dalam Pembentukkan Bulan

0 comments
1. Usia BulanUsia bulan lebih tua dari yang diperkirakan, bahkan diperkirakan lebih tua daripada bumi dan matahari itu sendiri! Umur Bumi paling tua yang bisa diperkirakan adalah 4,6 Milyar tahun. 

Sementara itu batuan Bulan malah sudah berumur 5,3 Milyar tahun. Bulan lebih tua 1 milyar tahun ketimbang Bumi!

2. Lebih keras diatas
Normalnya sebuah planet akan keras di dalam dan makin lama makin lembut diatas, seperti bumi kita. Tidak demikian hal nya dengan bulan. Bagian dalam bulan seperti berongga, sementara bagian atasnya keras sekeras Titanium. Hal inilah yang menyebabkan bulan sangat kuat dan tahan serangan. 

Kawah terbesar di Bulan berdiameter 300km, dengan kedalaman hanya 6.4km. Sementara itu, menurut hitungan ilmuwan, jika batuan ya menubruk bulan tadi, menubruk Bumi, maka akan terbentuk lubang paling tidak sedalam 1.200km.

Bulan yang berongga juga dibuktikan saat kru Apollo yang meninggalkan Bulan, membuang kembali sisa pesawat yang tidak digunakan kembali ke Bulan.

Hasilnya, sebuah gempa dan gema pada permukaan bulan terjadi selama 15 menit. Penemuan ini diulang kembali oleh kru Apollo 13, yang kali ini jatuh lebih keras, menimbulkan gema selama 3 jam 20 menit.

Ibaratnya seperti sedang membunyikan lonceng yang kemudian berdentang, hanya saja karena tidak ada udara, maka suara dentang lonceng yang dihasilkan tidak bisa didengar oleh manusia. Sementara itu, penemuan ini dipertanyakan oleh Carl Sagan, bahwa satelit alamiah tidak mungkin berongga di dalamnya.

3. Bebatuan Bulan
Asal usul batuan dan debu bulan sendiri tidak jelas, karena perbedaan komposisi pembentuk bulan yang berbeda sekali dengan komposisi batuannya.

Batu yang pernah diambil team apollo seberat 380 kg lebih, menunjukkan adanya bahan unik dan langka seperti Titanium murni, kromium, itrium, dan lain lain. Logam ini sangat keras, tahan panas, anti oksidasi. Jenis logam ini tidak terdapat secara alamiah di alam, dan jelas tidak mungkin terbentuk secara alamiah.

Para ilmuwan juga mengalami kesulitan menembus sisi luar bulan sewaktu mereka mengebor bagian terluar bulan. Setelah di teliti, bagian yang dibor tadi adalah sebuah mineral dengan kandungan titanium, uranium 236 dan neptunium 237.

Bahan-bahan super keras anti karat, yang juga tidak mungkin terbentuk secara alamiah, karena digunakan di bumi untuk membuat pesawat stealth. Kemungkinan besar, ini logam hasil kerja manusia.

Batuan bulan juga entah bagaimana sangat magnetik. Padahal tidak ada medan magnet di Bulan itu sendiri. Berbeda dengan bumi yang banyak sekali mengandung medan magnet.

4. Air menguap
Pada 7 Maret 1971, instrumen bulan yang dipasang oleh astronot merekam adanya air melewati permukaan bulan. Uap air tadi bertahan hingga 14 jam dan menutupi permukaan seluas 100 mil persegi.

5. Ukuran Bulan = Matahari
Bulan bisa menutupi matahari dalam gerhana bulan total, tapi ukurannya tidak sama. Yang menarik, jarak matahari ke bumi persis 395 kali lipat jarak bulan ke bumi, sedangkan diameter matahari persis 395 kali diameter bulan.

Pada saat gerhana matahari total, ukuran bumi dan bulan persis sama, sehingga matahari bisa tertutup bulan secara sempurna. Hitungan ini terlalu cermat dan akurat jika hanya merupakan kebetulan astronomi semata.

6. Orbit yang aneh
Orbit bulan merupakan satu-satunya yang benar-benar hampir bulat sempurna dari semua sistem tata surya kita. Berat utama bulan terletak lebih dekat 6000 kaki ketimbang pusat geometrisnya, yang harusnya justru mengakibatkan orbit lengkung.

Sesuatu yang tidak diketahui telah membuat bulan stabil pada porosnya. Suatu teori yang belum diyakini benar adanya juga mengatakan bahwa wajah bulan yang selalu sama di setiap harinya karena adanya suatu hal yang menyebabkan itu. Yang pada intinya, tetap suatu kebetulan astronomi.

7. Asal usul bulan
Teori bahwa bulan tadinya adalah sebagian dari bumi yang mental keluar bumi karena tumbukan hebat di masa lalu hampir saja disetujui oleh semua orang, setelah sebelumnya mereka mengira bahwa bulan terbentuk dari debu-debu angkasa yang mampat menjadi satelit bumi.

Belakangan ini teori menyebutkan bahwa jika bagian sebesar bulan terambil dari bumi, maka bumi tidak akan bisa bulat seperti sekarang. Dan jika bulan tidak berongga, maka tidak mungkin bulan bisa menjadi satelit bumi, karena terlalu berat dan bulan akan menghantam bumi.

Teori-teori asal usul bulan kembali dipertanyakan, dan teori paling gila sepanjang sejarah mulai muncul, bahwa bulan diciptakan dengan sengaja oleh manusia terdahulu sebagai alat bantu dalam navigasi dan juga astronomi!

8. Bulan adalah kapal luar angkasa
Kesempurnaan bulan yang nyaris sempurna, dan berbagai anomali yang ada di bulan, plus ditambah banyaknya benda-benda terbang tak dikenal di bulan membuat banyak pihak mengatakan bahwa kemungkinan besar bulan adalah sebuah pesawat luar angkasa super besar yang diciptakan oleh mahluk cerdas pendahulu kita.

Dan bulan belum ditinggalkan oleh penghuninya! Semua kru Apollo dan astronot astronot lain atau peneliti bulan, semuanya telah melihat cahaya-cahaya dan benda-benda terbang tak dikenal yang lalu lalang diantara bulan, muncul dan hilang begitu saja, bahkan selalu menyertai setiap kedatangan dan kepergian para team astronot yang mengunjungi bulan.


Read more...

Saturday, November 10, 2012

Hasil MAA2012: Kiamat Asteroid bisa Dihindari dengan Peluru Cat

0 comments
Ancaman asteroid raksasa yang akan menabrak bumi dan menyebabkan kiamat jadi perhatian kalangan peminat astronomi. Baru-baru ini digelar lomba ilmiah yang disponsori Space Generation Advisory Council Perserikatan Bangsa-Bangsa, yakni "Move an Asteroid Competition 2012" (MAA2012).

Tantangan yang diberikan dalam kompetisi yang telah digelar keempat kalinya ini adalah mengidentifikasi solusi baru yang dapat menghalau obyek yang mendekati bumi, seperti asteroid, dengan aman.
Para ilmuwan telah mengusulkan beragam metode guna mencegah asteroid menabrak bumi. Sejumlah proposal mengusulkan misi bunuh diri dengan menabrakkan roket atau wahana antariksa ke asteroid tersebut. Saat ini, badan antariksa Eropa (ESA) juga tengah menggodok kemungkinan digelarnya misi semacam itu.

Metode lain yang diusulkan adalah meledakkan sebuah bom nuklir di dekat asteroid. Ada pula yang mengusulkan pembuatan wahana antariksa khusus yang berfungsi sebagai traktor gravitasi dan menggunakan medan gravitasi wahana tersebut guna menarik asteroid keluar dari lintasannya.

Seorang mahasiswa dari Department of Aeronautics and Astronautics di MIT, Sung Wook Paek mengirim proposal paling unik. Menurutnya peluru cat yang biasa digunakan untuk simulasi perang ternyata dapat digunakan untuk menyelamatkan bumi dari ancaman asteroid. Cukup dua lemparan jitu ke arah benda antariksa itu, asteroid yang semula mengarah ke bumi dapat dibelokkan.

Paek mengatakan bahwa asteroid yang telah dilumuri cat putih akan merefleksikan cahaya matahari dan perlahan foton yang memantul dari permukaan batu itu akan menciptakan daya yang cukup guna mendorong asteroid keluar dari jalur lintasannya sedikit demi sedikit.

Dalam proposalnya, Paek menggunakan asteroid Apophis sebagai uji kasus teoretis. Berdasarkan observasi astronomis, batu berbobot 27 juta ton itu kemungkinan akan mendekati bumi pada 2029, dan kembali lagi pada 2036.

Menurut Paek, sedikitnya butuh lima ton cat untuk menutupi seluruh permukaan asteroid raksasa yang berdiameter 450 m tersebut. Dia menggunakan periode rotasi asteroid guna mengetahui kapan saat yang tepat melontarkan cat sehingga peluru cat pertama akan menutup bagian depan asteroid dan tembakan kedua menyelimuti bagian belakang batu antariksa itu.

Begitu mengenai permukaan asteroid, peluru akan meledak dan pecah. Cat di dalamnya akan muncrat dan melapisi batu angkasa luar itu dengan lapisan cat setebal lima mikrometer.

Berdasarkan perhitungannya, Paek memperkirakan, setidaknya butuh waktu 20 tahun agar efek kumulatif radiasi surya berhasil menarik asteroid keluar dari lintasan yang mengarah ke bumi. Dia mengatakan bahwa peluncuran peluru dengan roket biasa mungkin bukan pilihan yang ideal karena proses keberangkatan yang penuh guncangan dapat memecahkan muatannya.

Sebaliknya, Paek membayangkan peluru catnya itu dibuat langsung di antariksa, seperti di atas dek Stasiun Antariksa Internasional (ISS). Setelah peluru dibuat, sebuah wahana lain dapat mengangkat beberapa butir peluru dan menjatuhkannya ke atas asteroid.

Paek menambahkan bahwa substansi yang dapat digunakan sebagai peluru bukan cuma cat. Kapsul peluru, misalnya, dapat diisi dengan aerosol.

"Ketika ditembakkan ke asteroid, aerosol dapat mengirimkan gaya tarik udara terhadap asteroid tersebut sehingga gerakannya melambat," kata Paek. "Anda hanya perlu mengecat asteroid itu sehingga Anda bisa melacaknya dari teleskop di bumi dengan mudah. Jadi ada manfaat lain dari metode ini."

Strategi peluru cat Paek pada dasarnya dibangun dari sebuah solusi yang diajukan juara kompetisi tahun lalu, yang mengusulkan penggunaan awan peluru padat guna menggeser arah lintasan asteroid. Paek muncul dengan proposal yang hampir sama. Dia menambahkan cat ke dalam peluru guna memanfaatkan tekanan radiasi surya, yaitu gaya yang diberikan oleh foton matahari kepada sebuah obyek.

Peneliti telah mengobservasi bahwa tekanan dari sinar matahari dapat mengubah orbit satelit geosynchronous, yaitu satelit dengan periode orbital yang sama dengan periode rotasi bumi. Peneliti lain mengusulkan agar wahana antariksa dilengkapi dengan layar yang dapat menangkap radiasi surya, mirip seperti layar perahu menangkap angin.


Read more...

Monday, October 8, 2012

Ilmuwan akan Gunakan Perahu untuk Jelajahi Danau di Titan

0 comments
Saat kendaraan darat ideal untuk melakukan penjelajahan di Mars, kapal atau perahu merupakan sarana terbaik untuk menjelajahi Titan, bulan terbesar planet Saturnus. Baru-baru ini ilmuwan mengajukan proposal tentang misi baru untuk menjelajahi danau di Titan.

Titan merupakan salah satu dari 60 bulan yang dimiliki oleh Planet Saturnus. Titan memiliki berbagai macam hal yang tidak dimiliki oleh bulan atau bahkan planet lain di tata surya kita. Hal itu seperti adanya lautan, danau, dan sungai yang terdiri dari metana, dan memiliki atmosfer yang tebal sehingga ini membuat Titan merupakan obyek di tata surya yang paling mirip dengan Bumi. Ukurannya lebih kecil dari Bumi tapi lebih besar dariMerkurius.
Foto komposit Titan yang diambil oleh wahana Cassini
Sampai saat ini ilmuwan belum mengetahui apakah ada kehidupan di Titan, sebab temperatur di sana sangat dingin yaitu mencapai minus 178 derajat Celcius. Namun bisa jadi di bawah lautnya ada kehidupan mikro organisme. Hal itulah yang membuat ilmuwan sangat penasaran dan ingin meneliti Titan yang dalam beberapa tahun ini fotonya sering diabadikan oleh wahana Cassini yang mengorbit planet Saturnus. Wahana pengorbit Huygens milik ESA yang pernah mendarat di Titan juga sempat mengirimkan foto permukaan Titan sebelum akhirnya hilang kontak.

Dari informasi yang sempat di dapat dari wahana Huygens, diketahui bahwa Titan memiliki danau, sungai, dan lautan hidrokarbon yang sangat berlimpah. Dari situlah ilmuwan mengajukan proposal Titan Lake In-situ Sampling Propelled Explorer (TALISE) yaitu berupa perahu yang digerakkan oleh semacam "kincir" untuk mengapung di danau Ligeia Mare, danau terbesar di Titan yang terletak di kutub Utara bulan terbesar Saturnus tersebut. Setelah diturunkan ke danau, selanjutnya TALISE akan bergerak ke tepi danau. Berikut ini merupakan gambar rancangan dari wahana TALISE:
Rancangan wahana TALISE yang digunakan untuk menjelajahi danau di Titan. Image credit: SENER

TALISE sendiri merupakan proyek gambungan SENER dengan Centro de Astrobiología dari Spanyol. Konsepnya baru dalam tahap awal dan sudah dipresentasikan oleh para ilmuwan pada tanggal 27 September 2012 lalu pada acara European Planetary Science Congressyang berlangsung di Madrid, Spanyol.


Read more...

Thursday, September 27, 2012

Manusia Bukan Penduduk Asli Bumi ?

0 comments
Para ilmuwan menguak, manusia dan segala mahluk di dalamnya mungkin adalah pendatang di planet biru. Ini terkait dengan asal-usul kehidupan di Bumi. Para ilmuwan berteori, mikroba ekstraterresterial mungkin telah membawa kehidupan di Bumi, setelah menempuh perjalanan di luar angkasa selama jutaan tahun.

Teori tersebut berdasarkan kalkulasi yang menunjukkan, kemungkinan besar fragmen batuan dari sistem tata surya lain mendarat ke Bumi. Beberapa dari mereka bisa jadi mengandung mikroorganisme, demikian ditulis ahli dalam jurnal Astrobiology.
Penelitian menunjukkan, mahluk sejenis kumbang yang dalam kondisi dormant alias tidak aktif tapi masih bernyawa, bisa selamat dalam perjalanan panjang ruang angkasa, meski berada dalam tingkat radiasi kosmik yang tinggi.

Tak hanya menuju bumi, mahluk hidup sederhana itu mungkin juga telah melakukan perjalanan dari Bumi ke planet lain di luar Tata Surya. Proses tersebut disebut sebagai lithopanspermia. Yang juga bisa berarti alam semesta dipenuhi kehidupan serupa di Bumi.

"Studi kami mengungkap lithopanspermia mungkin terjadi, ini mungkin makalah pertama yang mendemonstrasikan soal itu," kata peneliti utama, Dr Edward Belbruno, dari Princeton University, Amerika Serikat. "Jika mekanisme ini benar, maka ia memiliki implikasi terhadap kehidupan di alam semesta secara keseluruhan. Itu bisa terjadi di manapun.

Erupsi gunung berapi dahsyat, tabrakan meteor, dan tubrukan antar benda langit membuat fragmen batuan dari sebuah planet terbang ke luar angkasa.

Diduga, saat saat Tata Surya masih muda, dan Matahari jauh lebih dekat dengan para tetangganya dibanding sekarang, sejumlah puing-puing bisa jadi dipertukarkan antar planet yang mengorbit ke bintang berbeda.

Puing itu melakukan perjalanan relatif lambat, memberi peluang untuk tertangkap oleh gravitasi planet di dekatnya.


Simulasi Teori

Untuk mengurai teori ini, para peneliti menggunakan program komputer untuk melakukan simulasi gugus bintang di mana Matahari lahir. Mereka menemukan, fragmen batu yang terlontar dari Tata Surya dan tetangga terdekatnya, dengan perbandingan antara lima sampai 12 dari 10.000 puing bisa ditangkap planet yang lain.

Selama periode 10 juta hingga 90 juta tahun, diperkirakan antara 100 triliun dan 30 kuadriliun benda dengan bobot lebih dari 10 kg telah melaui proses transfer seperti ini.
Ilmuwan menduga, organisme yang sampai di Bumi menemui sebuah lingkungan yang ditutupi air. Bumi memiliki air di permukaannya sejak Tata Surya baru berusia 288 juta tahun, membuat planet biru siap untuk menerima mikroba alien.

Penulis lain, Dr Amaya Moro-Martin, astronom dari Centro de Astrobiologia, Spanyol mengatakan, studi mereka berhenti ke tahap di mana material padat yang terlontar dari suatu planet, tiba di planet kedua.

Sementara, dia menambahkan, proses lithopanspermia bisa terjadi jika material itu mendarat di planet di mana kehidupan bisa berkembang.

"Studi kami tidak membuktikan lithopanspermia benar-benar terjadi, tetapi menunjukkan bahwa itu adalah kemungkinan yang terbuka," kata dia.


Read more...

Friday, July 20, 2012

13 Fakta Bumi Layak untuk Manusia

0 comments
Ketika efek pemanasan global dan ancaman kehancuran mendera bumi, para ahli astronom berpaling ke tata surya mencari planet baru yang layak huni. Kenyataannya, sejauh ini belum ada planet yang suasananya 'senyaman' bumi kita.

Walaupun mungkin ada yang mendekati, jarak tempuhnya terlalu jauh. Alternatif lain, manusia mencoba membentuk peradaban di planet Mars. Tetap saja tak seindah bumi kita.

Sejujurnya, bumi benar-benar dipersiapkan sebagai tempat tinggal manusia. Para ahli pun mengakui hal ini. Maka, akan aneh dan merupakan 'keajaiban super' bila kehidupan timbul secara 'tak sengaja' dari ledakan big-bang dan mikro-organisme yang terbawa ke planet Bumi menjadi asal-usul manusia, hewan, serta mahluk hidup lainnya.

Kalau teori tersebut benar, logika yang paling mungkin adalah, tetap ada sebuah kekuatan besar yang mengatur agar proses pembentukan tata surya, terutama bumi, berjalan tepat sesuai perhitungan. Nah, kekuatan besar inilah yang menjadi bukti keberadaan Sang Pencipta.

Ada 13 fakta yang menjadikan bumi sebagai 'rumah' untuk manusia, berikut alasannya dikutip dari foxnews.com:

1. Orbit bumi terhadap bintangnya, matahari, memiliki jarak yang presisi. Manusia tidak merasa terlalu panas, dan terlalu dingin. Kondisi ini juga membuat air bisa pada bentuknya, cairan dan di beberapa bagian tetap menjadi es. Di Mars dan Venus, ditemukan air juga. Namun, lingkungannya tak memungkinkan air (es) tersebut mencair, mengalir layaknya sungai-sungai di bumi.

2. Hanya bumi yang memiliki satelit paling tepat posisinya, yakni bulan. Dengan keberadaan satu satelit, maka bulan bisa mengatur datangnya air pasang serta air surut. Gravitasi antara bumi dan bulan pun begitu presisi sehingga siklus di bumi menjamin kelangsungan hidup penghuninya.

3. Rotasi bumi terhadap matahari menjadikan pagi dan siang, iklim dingin dan panas, semua terjadi sesuai dengan kondisi mahluk hidup di dalamnya. Kita bisa menikmati matahari 12 jam dan bulan 12 jam, bisa menikmati pergantian musim yang memungkinkan flora melakukan regenerasinya. Sungguh keseimbangan yang penuh presisi.

4. Gravitasi bumi sangat pas. Kalau kita ke Mars atau bulan, tak ada gravitasi sehingga manusia bisa melompat tinggi hingga puluhan meter. Walau hal tersebut menarik, rasanya susah menjalani kehidupan dalam kondisi demikian. Di mana hewan dan tumbuhan bisa hidup bila tanpa gravitasi?

5. Keberadaan Kutub Utara dan Selatan merupakan medan magnetik yang menjaga kestabilan bumi.
6. Temperatur di bumi paling tepat untuk kehidupan. Bumi kita memang memiliki tempat dengan suhu dingin serta suhu panas ter-ekstrim (Antartika - 89,2 C, sementara di El Azizia, Libya, rekor terpanas mencapai 57 C). Tetapi, umumnya mahluk hidup ada dalam suasana suhu normal. Lagipula, suhu ekstrim di dua tempat tersebut masih jauh lebih baik dari planet-planet lain.

7. Lebih dari 70% air meliputi bumi. Keberadaan air ini justru menunjang setiap sendi kehidupan yang ada di bumi.

8. Hingga menjelang abad 20, kondisi bumi masih normal. Tinggi air laut masih memungkinkan pulau-pulau tetap ada tanpa takut tenggelam. Baru belakangan ini, ketika manusia semakin gencar melakukan perusakan terhadap alam, maka bumi bereaksi. Air laut pun perlahan-lahan naik mengancam kehidupan mahluknya.


9. Hutan yang hijau memungkinkan kehidupan berlangsung terus turun-temurun. Proses fotosintetis menjamin kehidupan mahluk lainnya, hewan dan manusia bisa memanfaatkan tumbuhan di atas bumi.

10. Bersama air, methane, dan unsur lain di atmosfir menjaga kelangsungan hidup mahluk di atas bumi. Atmosfir selain menyelimuti bumi dari ancaman sinar kosmik dan benda-benda asing, juga memungkinkan cahaya yang ada terkontrol sehingga mahluk hidup tetap aman.


11. Gempa bumi, letusan gunung berapi, memang jadi ancaman bagi mahluk hidup. Bagaimanapun, tetap ada "bibit kehidupan" setelah bencana. Sawah dan ladang semakin subur setelah erupsi gunung berapi.

12. Jatuhnya asteroid, meteor ke bumi relatif lebih 'aman' berkat penjagaan atmosfir. Walau ancaman asteroid raksasa bisa menimbulkan bencana besar di bumi, namun meteor-meteor kecil yang jatuh membawa mineral-mineral yang dibutuhkan bumi ini.

13. Menurut perhitungan para peneliti, bumi tercipta sekitar 4,5 milyar tahun yang lalu. Kemudian berproses menjadi tempat yang layak huni untuk kehidupan di atasnya. Bagi pengikut teori evolusi, saat inilah embrio kehidupan dimulai. Untuk pernyataan ini mungkin saya, dan kalian, tetap mempertanyakan apakah mungkin manusia ada dari mirko-organisme yang berevolusi? Bagaimana dengan keberadaan dinosaurus, mengapa rantai evolusi mereka melenceng? Belum lagi setiap sel pada manusia, hewan, dan tumbuhan, semua bekerja sesuai fungsinya.

Rasanya, manusia sepintar apa pun harus mengakui keberadaan pencipta di belakangnya.



Read more...

Monday, July 16, 2012

Waktu Tak Selamanya 24 Jam ?

0 comments
Ternyata panjang waktu selalu berubah. Ini akibat pergerakan bumi terhadap rotasinya terus bergeser. Penyebabnya banyak, salah satunya tsunami.

Richard Gross, peneliti dari Jet Propulsion Laboratory, NASA menyusun model penghitungan kompleks untuk mengalkulasikan secara teoritis, bagaimana gempa bumi di Jepang mempengaruhi rotasi Bumi.
Memanfaatkan data dari United States Geological Survey, hasil perhitungan mengindikasikan adanya perubahan distribusi massa Bumi.

Gempa Jepang telah membuat Bumi berputar sedikit lebih cepat, dan memperpendek waktu dalam satu hari hingga 1,8 mikrodetik

Demikian juga gempa dengan magnitude 8,8 yang terjadi tahun lalu di Chile, waktu dalam satu hari telah dipangkas sebesar 1,26 mikrodetik dan menggeser poros Bumi sekitar 8 cm.

Serta kalkulasi serupa yang dilakukan setelah gempa dengan magnitude 9,1 yang menghantam Aceh tahun 2004 lalu, waktu dalam satu hari sudah berkurang sebesar 6,8 mikrodetik akibat bergesernya poros dan bentuk Bumi sekitar 7 cm.

Kalkulasi yang dibuat menunjukkan bahwa poros Bumi bergerak sekitar 17 centimeter ke arah bujur timur. Perubahan poros ini akan membuat pergerakan Bumi sedikit berbeda. Namun itu tidak mempengaruhi posisi Bumi di ruang angkasa karena hanya kekuatan eksternal seperti gravitasi Matahari, Bulan, dan planet-planet yang mampu mengubah itu.

"Rotasi Bumi terus berubah, dan tidak hanya disebabkan oleh gempa, namun juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti angin di atmosfer dan arus samudera," kata Gross, seperti dikutip dari Science Daily, 10 Mei 2011. "Bagaimana gempa memengaruhi rotasi Bumi tergantung pada skala, lokasi, dan bagaimana gempa terjadi," ucapnya.

Gross menyebutkan, dalam kurun satu tahun, waktu dalam satu hari bisa bertambah dan juga berkurang sekitar satu milidetik atau 550 kali lebih besar dibanding akibat gempa Jepang. Demikian pula dengan lempeng Bumi yang bisa bergeser sekitar 1 meter dalam satu tahun akibat berbagai gempa.

"Secara teori, apapun yang mampu meredistribusi massa Bumi akan mengubah rotasi planet Bumi," kata Gross. "Namun demikian, perubahan rotasi dan poros Bumi seharusnya tidak memengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Perubahan ini sangat alami dan terjadi kapan saja. Orang-orang tidak perlu khawatir," ucapnya.

Meski telah membuat penghitungan, kalkulasi yang dibuat Gross, baik untuk rotasi dan poros Bumi, hasilnya kemungkinan akan masih berubah dengan munculnya data-data baru yang lebih akurat seputar fenomena yang terjadi di Bumi.


Read more...

Thursday, June 28, 2012

200 Meter dari Objek Aneh, Semua Peralatan Mati

0 comments
Masih ingat artikel 'Ada UFO di Laut Baltik?' beberapa waktu lalu? Benda yang terbaring di kedalaman dengan bentuk setengah lingkaran tersebut menimbulkan banyak dugaan. Ada yang meyakini sebagai gunung bawah laut, ada pula yang menyamakan dengan pesawat Falcon di film Star Wars.

Guna membuktikan berbagai prasangka, tim ilmuwan Swedia yang terdiri dari ahli kelautan, insinyur dan penyelam profesial, serta dilengkapi sonar mendekati obyek aneh tersebut.

Aneh, saat tim mencoba mendekat dalam radius 200 m dari obyek, semua peralatan yang dibawa tim penyelam mati mendadak.

Stefan Hogerborn, salah seorang penyelam menceritakan, bahwa saat mengeksplorasi anomali bawah laut itu, kamera dan telepon satelit tak bisa digunakan, ketika kapal berada tepat di atas obyek. Peralatan itu baru bisa bekerja begitu dibawa menjauh.

"Semua peralatan elektronik mati, juga telepon satelit, saat kami berada di dekat obyek," kata dia. "Saat kami menjauh, sekitar 200 m, baru peralatan itu bisa digunakan," ucap Hogerborn yang dilansir Daily Mail. Saat kembali mendekati lokasi obyek itu, peralatan kembali mati.

Awalnya, tim sudah bersiap jika benda tersebut ternyata hanya tebing atau gundukan lumpur di bawah laut. "Namun, sepertinya tak sesederhana itu. Bagi saya, ini petualangan yang harus dilalui," sahut penyelam lain, Peter Lindberg.

Kalimat Lindberg diamini anggota tim lain, Dennis Asberg. "Saya 100 persen yakin dan percaya bahwa kami menemukan sesuatu yang sangat, sangat, sangat unik," kata dia. "Apakah ini meteorit atau asteroid, gunung bawah laut, kapal selam era Perang Dingin, atau UFO. Itu bisa apapun."



Read more...

Wednesday, June 20, 2012

Ada UFO di Laut Baltik ?

0 comments
Di laut Baltik, antara Swedia dan Finlandia, tim ekspedisi Swedia tercengang dengan penemuan baru, sebuah benda asing terbaring di dasar laut yang dalam.
Serupa dengan pesawat Falcon Star Wars?
Bentuknya aneh, menyerupai piring terbang. Diameternya sekitar 60 m. Dari hasil sonar dan ekspedisi penyelaman, benda ini mengingatkan kepada pesawat Millenium Falcon dalam film Star Wars.

Pesawat luar angkasa alien? Pertanyaan ini masih harus dijawab oleh tim Swedia. Setidaknya, Dailymail menuliskan sebagai UFO (Unidentified Flying Object) karena kesamaan bentuk dengan pesawat di film Star Wars. Walau beberapa orang lebih memilih dengan sebutan USO (Unidentified Submerged Object) karena ada di dalam lautan.
Lokasi penemuan objek aneh tersebut
Bagaimana tanggapan tim ekspedisi Swedia tentang ini? Salah seorang penyelam, Peter Lindberg mengungkapkan keheranannya, "Awalanya kami mengira itu hanya batu, tapi sepertinya ini hal yang berbeda. Di Baltik tak ada aktivitas gunung berapi, karenanya sungguh aneh ada benda asing seperti ini."

"Kami tak tahu benda ini fenomena alam atau mungkin sebuah 'objek'. Kami melihatnya lewat sonar saat mencari bangkai kapal dari Perang Dunia Pertama. Tiba-tiba benda ini muncul begitu saja di layar sonar," ungkap Lindberg kepada Fox News.

Dari hasil sonar, benda asing ini terbaring di kedalaman 300 m
Mungkin terlalu cepat bila kita menyimpulkan objek ini sebagai pesawat luar angkasa alien, karena perdebatan saat ini terjadi diantara ahli. Ada pihak yang meragukan berhubung sonar tidak bisa memberi gambaran yang akurat. Beberapa pengalaman sebelumnya menunjukkan sonar sering 'bingung' menangkap gambar-gambar aneh di bawah laut.

Kita masih harus menunggu temuan selanjutnya. Apa pun yang terbaring di dasar samudera sana, menyadarkan bahwa masih banyak misteri Tuhan yang belum terpecahkan.


source : 
Read more...

Wednesday, June 6, 2012

Transit Venus Menjadi Tanda Bencana Besar ?

0 comments
Peristiwa transit venus baru saja berakhir. Bagi yang sempat menyaksikan secara live streaming di situs lapan swm.dirgantara-lapan.or.id tentu sangat berbahagia bisa menyaksikan peristiwa langka ini.

Namun patut diketahui, ternyata selain menjadi fenomena yang langka, Transit Venus juga menyimpan kisah fatal bagi bumi.
Letusan Krakatau 1883
Dilansir Vivanews, Dr. Chet Snow, seorang pakar sejarah dan penulis buku mengungkap letusan Gunung Krakatau tanggal 26 Agustus 1883 terjadi setahun setelah transit venus.

"Transit Venus terjadi pada 6 Desember 1882. Tebak apa yang terjadi setahun berikutnya? Erupsi terbesar dalam sejarah terjadi di Krakatau, Indonesia, diperkirakan berada sekitar garis matahari terbenam," ujar Dr. Chet Snow.

Tak cuma itu saja. Pada abad ke-18, tsunami menyerang Jepang setelah gempa di Burma pada 1762. Hanya berselang setahun, transit Venus terjadi pada 1761.

"Hanya berbeda 6 hingga 8 bulan," cetus pria yang membuat daftar kalender Crop Circle ini.

Mundur lagi ke tahun 416. Tsunami di India terjadi setelah erupsi Krakatau pada saat itu. Bencana ini terjadi dalam jarak 12 bulan setelah transit Venus.

"Selalu setelah transit Venus. Tidak pernah saat berlangsung. Dengan pengetahuan mengenai kecenderungan planet dan bintang, orang di penjuru dunia akan mulai melihat masa lalu. Ini bisa menjadi prakiraan bencana. Masih ada yang bisa terjadi," imbuh Snow dan video pidato Emergence Conference 2011.

Alumnus Universitas Columbia, AS ini menilai pengetahuan sejarah bisa menjadi langkah mitigasi bencana. Pengetahuan mengenai peristiwa, waktu, dan lokasi bencana bisa menjadi langkah pertama.

Snow menggelar pengamatan transit Venus di Hawaii pada 2 hingga 6 Juni 2012. Memantau tanda peristiwa disebutkan Snow menjadi cara kedua prediksi bencana. Snow pun mengimbau untuk mengamati transit Venus. Belajar dari sejarah menjadi langkah ketiganya.


Read more...

Monday, April 16, 2012

8 Pesawat Masa Depan Tercanggih

0 comments
Di tahun 1905, Albert Einstein dalam rumus Relativitas Khususnya yang terkenal, menyatakan bahwa kecepatan cahaya (c) selalu konstan, dan berbeda dengan hal lainnya, kecepatan cahaya tidak relatif. Dan Einstein juga menyebutkan bahwa tidak mungkin ada sesuatupun di alam semesta, yang bisa melebihi kecepatan cahaya. Tidak mungkin, impossible. Dan ini membuat perjalanan luar angkasa akan menjadi 'kurang' efisien.

Tapi di tahun 1994, seseorang saintis menyatakan bahwa kecepatan melebihi kecepatan cahaya dimungkinkan secara teoritis. Caranya adalah dengan menggunakan Warp Drive Engine, mesin yang mempunyai kemampuan 'melengkungkan Ruang-Waktu', Space-Time Bubble. Nama saintis itu adalah Miguel Alcubierre.

(Alcubierre Drive, The Warp Drive: Hyper-fast travel within general relativity, 1994 dalam jurnal Classical and Quantum Gravity)

Seandainya ini menjadi kenyataan, maka perjalanan menuju bintang-bintang akan dimungkinkan, dan planet-planet terjauh dan asing di tata surya pun bisa dicapai, hanya dalam hitungan menit.

Dan impian manusia yang telah ada selama ribuan tahun, untuk mengetahui apa yang ada di angkasa luar sana, akan terwujud. Impian ini mulai menjadi populer di dunia sejak sebuah epik fiksi ilmiah ditayangkan di tahun 1966. Kisah petualangan pesawat ruang angkasa Star Trek berkelana menjelajahi alam semesta. Dan inilah kisahnya dari masa ke masa.

1. USS Enterprise NX-01

Ini adalah pesawat awal yang menjadi prequel Star Trek. Diluncurkan April 2151, NX-01 menjadi pesawat luar angkasa Bumi pertama yang mempunyai kecepatan melebihi kecepatan cahaya, Warp 5, sehingga akhirnya manusia bisa mulai menjelajah bintang-bintang. Planet Jupiter pun bisa ditempuh dari Bumi hanya dalam 10 menit.
Warp = c (kecepatan cahaya) ^3
Warp 1 = 1 Kali c
Warp 2 = 8 kali c
Warp 3 = 27 kali c
Warp 5 = 125 kali c


2. USS Enterprise NCC-1701

Inilah yang menjadi awal dari legenda Star Trek. Pesawat Starfleet NCC-1701, yang dipimpin komandannya yang heroik Kapten James Tiberius Kirk. Enterprise menjelajah luar angkasa, mengunjungi planet-planet dan bintang-bintang yang sangat jauh dari Bumi untuk mencari pengetahuan dan tantangan baru.

Diluncurkan tahun 2245 dari galangan kapal antariksa San Fransisco di orbit bumi, kapal ini akhirnya menemui banyak peradaban luar bumi, seperti Klingon dan Romulan, serta menjumpai banyak keanehan dan keajaiban dari kehidupan di luar angkasa.


3. USS Enterprise NCC-1701-A

NCC-1701-A menjadi pesawat baru dalam armada Starfleet bagi Kapten Kirk, setelah pesawat sebelumnya hancur saat pertempuran dengan Klingon (dalam 'Star Trek III : The Search for Spock'). Beroperasi tahun 2286.


4. USS Enterprise NCC-1701-B

Diluncurkan pada 2293, dikomandani Kapten John Harriman (Permulaan film 'Star Trek Generations').


5. USS Enterprise NCC-1701-C

Beroperasi tahun 2332, pesawat ini berperan besar dalam perdamaian antara Federasi (Bumi dan Vulcan) dengan Klingon. Pesawat ini hancur secara heroik mempertahankan Planet Klingon dari serangan kapal-kapal Romulan. (TNG : episode 'Yesterday’s Enterprise').


6. USS Enterprise NCC-1701-D

Inilah pesawat Star Trek legendaris yang dikomandani Kapten Jean-Luc Picard. Ukurannya nyaris 2 kali lebih besar dari Enterprise-A milik Kapten Kirk dan telah mempunyai kecepatan maksimum mencapai Warp 9,6.

Dalam penjelajahannya menembus batas-batas alam semesta, pesawat Federasi ini menemukan tantangan-tantangan yang jauh lebih besar. Selain kekuatan Romulan yang terus bertambah, mereka menemui lawan-lawan baru yang jauh lebih berat, seperti peradaban Borg, dan makhluk Omnipotent bernama 'Q'.

'Q' adalah makhluk berwujud manusia yang mempunyai kekuatan 'Maha Kuasa', yang senang menguji para awak Enterprise, dan terutama, Kapten Picard. Sedangkan Bangsa Borg, adalah makhluk-makhluk setengah biologis dan setengah mesin. Tujuan mereka hanya satu. Mengasimilasi paksa semua kelebihan dari semua makhluk-makhluk hidup yang ada di seluruh alam semesta. Menjadikan diri mereka semakin lama menjadi makin, Sempurna.

Di saat ini, Federasi sadar, bahwa kedahsyatan pesawat-pesawat antariksa mereka tidak ada artinya dibandingkan dengan teknologi Borg yang sangat jauh lebih maju. Dan Borg bisa mengasimilasi seluruh Bumi, tanpa ada perlawanan berarti.


7. USS Enterprise NCC-1701-E

Di bawah ancaman Borg yang akan menginvasi Planet Bumi, Federasi melancarkan proyek-proyek super rahasia (Proyek Sovereign, Defiant, Prometheus) untuk mengakselerasikan kekuatan dan ketahanan kapal-kapalnya. NCC-1701-E, meluncur di tahun 2373, dan menjadi pesawat pertama yang menggunakan senjata baru Tipe-X Phaser Array sebanyak 12 buah, selain Photon dan Quantum Torpedoes. (Pesawat ini bisa dilihat di 'Star Trek : First Contact').

Ini adalah pesawat antariksa tercanggih yang dimiliki Armada Starfleet.


8. USS Enterprise NCC-1701-J

Pesawat ini adalah pesawat yang ada bahkan jauh di masa depan Star Trek. Pesawat raksasa ini besarnya lebih dari 1,5 kali Enterprise E. Tidak banyak informasi mengenai teknologi dari pesawat ini, tapi yang pastinya sangat jauh lebih maju.


Skema perbandingan ukuran varian Enterprise



Gambar dari film terbaru Star Trek, Star Trek XI. Perjalanan luar angkasa akan kembali dimulai.



Read more...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...