skip to main |
skip to sidebar
Blog Archive
-
▼
2012
(764)
-
▼
June
(99)
- 5 Game yang Wajib Dimiliki iPad 2
- 10 Teknologi Asli dari Jerman
- Bunga Sakura Ternyata Banyak Ragamnya
- 6 Perairan Paling Rawan Perompak di Dunia
- Inilah Kedahsyatan Fitur Windows 8
- Partikel ini Membantuk Kita Hidup Saat Tak Lagi Be...
- Mungkinkah Otak Lumba-Lumba dan Manusia Sama ?
- 100 Film Paling Laris Sepanjang Masa
- Ditemukan Virus Pembasmi Sel Kanker
- 7 Mitos Seputar Jerawat
- 200 Meter dari Objek Aneh, Semua Peralatan Mati
- Prestasi Indonesia, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
- Ada Rahasia Cara Menghapal dengan Mudah
- Mengapa Ayam Jantan Berkokok Tiap Pagi ?
- Hawking: "Surga itu Cuma Dongeng"
- 7 Produk Gagal dari Apple
- 5 Kisah Kapal Hantu Paling Terkenal
- 5 Cara Pereda Gatal Disebabkan Nyamuk
- 50 Fakta Menarik Tentang Pria
- 6 Tempat Terlarang bagi Laptop
- 10 Pianis Legendaris dalam Sejarah
- Cara Menghilangkan Bau Busuk pada Sepatu
- 5 Hal yang Tidak Mungkin Diubah dari Pria
- 10 Negara dengan Subsidi Minyak Terbesar di Dunia
- 10 Cara Mudah Sehatkan Wajah
- Mata Berkedut, Apa Artinya ?
- Pil untuk Orang yang Malas
- Tips Mempercepat Akses BlackBerry
- 8 Tempat Terbaik untuk Melihat Sakura
- 10 Tips Lindungi Diri dari Radiasi Ponsel
- 8 Tempat Surga Tujuan Wisata Alam
- Pizza Termahal di Dunia
- Secanggih Apa Mobil di Tahun 2020 ?
- Indonesia Masuk Daftar Negara Gagal
- Waspada 3 Tempat Kekuasaan Bakteri di Rumah
- Permen Karet Saat Rasanya Tawar, Bikin Otak Mandul
- Ada UFO di Laut Baltik ?
- Telah Ditemukan Cara Mandi Tanpa Air
- Mengapa Membunyikan Leher dan Buku Jari Berbahaya ?
- Pergaulan Menentukan Cita-Cita Anda
- 12 Fitur Unggulan iOS 6
- Ikan yang Lebih Ganas dari Piranha
- 5 Perhiasan Termahal di Dunia
- 5 Kecelakaan Terdahsyat di Dunia
- Perbandingan Apple MacBook Pro dan Apple MacBook A...
- Kehebatan Kaktus Memurnikan Air dari Bakteri
- Mengenal Tari Tor-Tor, Tarian Khas Suku Batak
- Asal-Usul Mi Ramen bukan dari Jepang
- 10 Tanda Pria Tergila-Gila pada Wanita
- Tips Menyembuhkan Batuk dalam 10 Menit
- Indahnya Karya Seni Patung dari Kaca
- 5 Tips Agar Jogging Lebih Kuat
- 7 Magician Paling Berpengaruh di Dunia
- Waspada Gangguan Testosteron pada Anak Laki-Laki
- 10 Rahasia Terbesar Pramugari
- Asal-Usul Istilah Minuman Ringan
- Kendaraan Militer Nantinya Bisa Kamuflase
- Jakarta, Peringkat 7 Kota Paling Dibenci
- 5 Perbedaan Pria dan Wanita dalam Cinta
- Musik yang Tercipta dari Berbagai Tumbuhan
- Seberapa Cepat 'Password' Anda Bisa Dibobol ?
- 5 Hotel Termewah di Asia
- Tips Agar Baterai Blackberry Tidak Boros
- Bahaya Tidur Menggunakan Kipas Listrik dan AC
- Asal-Usul Sejarah Kostum Sepakbola
- Tidur Kurang dari 6 Jam Rawan Stroke
- Lidah Tergigit ? Segera Lakukan Hal Berikut
- Ditemukan Molekul Ajaib pada Suhu dan Bir
- Lakukan 3 Hal ini Saat Bangun Tidur
- 10 Kapal Selam Militer Terbaik di Dunia
- 7 Produk Coca-Cola yang Memegang Pasar Indonesia
- 10 Manfaat Senyuman
- 11 Mitos Salah Seputar Olahraga
- Golden Number alias Angka Tuhan
- Danau Ubur-Ubur Terbesar Ada di Indonesia
- Indonesia Mulai Menerapkan Pembangkit Smart Grid
- 5 Minuman Termahal di Dunia
- 10 Penyakit Keturunan yang Sulit Dicegah
- 6 Suara Paling Dibenci di Sekitar Kita
- 5 Manfaat Mendonor Darah
- 10 Seragam Sepakbola Paling Legendaris
- Danau Pink Seperti Kolam Stroberi
- Jangan Anggap Keledai Bodoh
- Transit Venus Menjadi Tanda Bencana Besar ?
- Ternyata Kepala Orang Amerika Kian Membesar
- 7 Kota Paling Sehat Sedunia
- Triatome, Serangga Penghisap Darah Penyebar Penyak...
- 3 Virus Tercanggih, Terkuat, dan Paling Berbahaya ...
- 4 Sayuran Penghilang Rasa Panik
- Kenapa Air Mata Bisa Jadi Batu Kristal ?
- 5 Cara Atasi Sakit Tenggorokan
- 8 Stadion yang Digunakan pada EURO 2012
- 10 Bathtub Unik dan Keren
- 5 Manfaat Minum Bir
- 3 Penjara Bawah Tanah di Indonesia
- Alasan Mengapa Kita Merinding
- Mengungkap Rahasia Sukses Pelaku Bisnis
- Hewan Padang Pasir Paling Tangguh, Evolusi atau Pe...
- 4 Benua yang Hilang dari Muka Bumi
Testosteron merupakan hormon seks pria yang paling penting. Kekurangan atau ketidakseimbangan hormon ini bisa memengaruhi perkembangan seksual serta kesuburan. Salah satu penyakit yang diacu sebagai kekurangan testosteron pada anak laki-laki adalah hipogonadisme.
Hipogonadisme adalah penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan hormon. Hipogonadisme dijumpai jika didapatkan konsentrasi hormon testosteron rendah dan bisa terjadi di segala usia, bahkan sebelum kelahiran.
Hipogonadisme pada usia pubertas bisa mengganggu perkembangan berbagai karakter seksual sekunder. Menurut Dr.Em Yunir, Sp.PD-KEMD, konsultan endokrin metabolik, FKUI/RSCM, ada beberapa ciri hipogonadisme yang patut dicurigai pada anak yang sedang dalam usia pubertas.
Ciri tersebut antara lain belum terlihat tumbuhnya kumis atau rambut halus, penis tidak berkembang, suara tidak pecah, dan penampakan wajah masih seperti anak-anak atau babby face.
"Untuk memastikannya, kita harus yakinkan apakah hormon testosteron di dalam darahnya rendah atau tidak," ujarnya, saat acara seminar media, Jumat, (15/6/2012).
Berdasarkan waktu kejadiannya, kata Yunir, hipogonadisme dapat dijumpai sejak masa pertumbuhan di dalam kandungan, masa kanak-kanak (pra pubertas), dan usia dewasa, sehingga menunjukkan manifestasi klinis yang berbeda-beda.
Jika terjadi pada masa pertumbuhan dalam kandungan, maka hipogonadisme akan mengganggu perkembangan pembentukan organ seks. Sedangkan jika terjadi pada masa prapubertas, akan mengganggu tanda-tanda seksual sekunder seperti bentuk tubuh, perkembangan penis, otot, kematangan suara, dan rambut.
"Orangtua harus waspada akan kelainan yang mungkin terjadi selama masa tumbuh kembang dan mengkonsultasikan jika terdapat kecurigaan," jelasnya.
Sementara pada pria dewasa dengan hipogonadisme, keluhan yang sering dirasakan biasanya berupa penurunan libido, disfungsi ereksi, penurunan masa otot dan gangguan mood yang disertai penurunan kadar hormon testosteron. Kadar testosteron total dibawah 230 mg/dl merupakan batas untuk memberikan substitusi testosteron.
"Pada anak laki-laki, terapi pengganti testosteron (TRT) mampu merangsang pubertas dan perkembangan karakteristik seks sekunder," ungkapnya.
Hipogonadisme tidak hanya disebabkan oleh penyakit di otak atau pada testis, tetapi juga dapat terjadi akibat penyakit-penyakit kronis tertentu seperti obesitas, sindrom metabolik, hipertensi dan diabetes tipe 2. Tidak ada risiko peningkatan kematian pada pasien dengan hipogonadisme, namun masalah yang lebih sering dialami biasanya infertil dan osteoporosis.
Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat bisa membantu mencegah keterlambatan pubertas pada anak laki-laki.